Friday, February 15, 2008

Oprah Winfrey Show Tonjolkan Kebenaran Islam

Oleh Akmal

Hati saya melambung tinggi penuh dengan suka cita dan kebanggaan sebagai Muslim ketika sebuah grup nasyid melantunkan nada-nada penuh semangat pada acara Musda DPD PKS Kota Bandung yang diselenggarakan di Pusdai, Bandung, Ahad (07/05) lalu.

Sebagian karena memang nasyid itu sangat menggetarkan hati, sebagian lagi karena beberapa jam sebelumnya saya baru saja dibuat terpana dengan salah satu episode talk show paling laris di dunia, yaitu The Oprah Winfrey Show.


Dalam episode yang ditayangkan siang itu, fokus pembicaraan adalah tentang diskriminasi rasialis terhadap umat Islam. Ceritanya, selama 30 hari penuh, seorang lelaki dari AS yang apriori terhadap Islam diajak tinggal bersama sebuah keluarga Muslim dan bahkan disuruh ‘menyamar’ sebagai seorang Muslim, lengkap dengan janggut dan pakaian gamis panjang seperti yang dipakai oleh orang-orang Arab. Salah satu misinya adalah mengenali kehidupan seorang Muslim yang sebenarnya dan merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim yang sering menerima diskriminasi oleh orang lain di AS.


Singkat kata, ia merasakan betul bagaimana pahitnya menjadi seorang Muslim yang dicurigai hanya lantaran janggut dan baju gamis, padahal semua tuduhan itu sama sekali tanpa bukti. Ia telah berkeliling kota dengan penampilan seperti itu, dan respon instan yang diberikan orang-orang terhadapnya sangat menyakitkan.

Bahkan sebagian besar warga AS yang diajaknya bicara secara terang-terangan menolak untuk tidak mendiskriminasikan umat Islam karena mereka yakin betul bahwa semua Muslim adalah teroris.


Di sisi lain, 30 hari yang dihabiskannya bersama sebuah keluarga Muslim benar-benar menunjukkan sebaliknya. Ia merasa bahwa keluarga itu sangat harmonis, dan meskipun banyak kebiasaan yang tidak dipahaminya, namun ia mengakui bahwa banyak masalah bisa terpecahkan dengan ajaran Islam.


Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika lelaki itu duduk dan mengobrol bersama istri sang tuan rumah berdua di sebuah ruangan.

Kemudian sang tuan rumah datang dan mengatakan bahwa dalam Islam dijelaskan bahwa ketika dua orang lawan jenis yang bukan muhrim dan bukan suami istri berada dalam satu ruangan, maka akan ada pihak ketiga bersama mereka, yaitu syetan.

Hal pertama yang dipikirkan oleh sang lelaki non-Muslim tersebut adalah bahwa prinsip ini benar-benar gila. Tapi di hadapan Oprah dan semua penonton di studio saat itu, akhirnya ia mengakui bahwa prinsip hubungan antar lawan jenis dalam Islam seperti demikian itu sepertinya benar-benar bisa mengakhiri banyak masalah yang terjadi dalam pergaulan di AS yang serba bebas.

Pencabulan, perzinaan, penyimpangan seksual, perselingkuhan, sampai penyebaran HIV / AIDS pun bisa dicegah dengan cara ini, lebih efektif daripada cara apa pun.


…dan saya pun terpana dengan mulut terbuka lebar mendengar pengakuannya.
Saya tidak pernah menyangka seorang non-Muslim akan dengan begitu beraninya mengakui kebenaran Islam di hadapan begitu banyak kamera televisi.

Dan walaupun saya mengakui keberanian Oprah dalam mengangkat tema-tema yang kontroversial, saya tetap terpana melihat bagaimana ia berani menggiring acara talk show tersebut dengan cara yang amat objektif.
Maka sekarang jelaslah tugas kita semua.

Anda bisa melihat sendiri betapa buruknya citra Islam di mata banyak orang. Oprah telah membuka jalan bagi syiar Islam, yaitu dengan membuktikan bahwa keteladanan akan menghancurkan semua asumsi yang salah.

Kalau mereka tidak mau percaya pada kata-kata, maka buktikanlah dengan perbuatan! Buktikanlah bahwa umat Islam bukan teroris! Kita harus membuktikan bahwa kita adalah sebenar-benarnya umat terbaik (khairu ummah) yang mampu memberikan solusi bagi seisi bumi. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi beban.


Dan kita memang mampu memberikan solusi, asalkan kita terus berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Tidak ada petunjuk yang lebih jernih daripada keduanya. Sesungguhnya kebenaran adalah kebenaran. Tidak peduli ras mana pun, bangsa apa pun, atau bagaimana pun keadaannya, kebenaran akan selalu diterima sebagai kebenaran. Kalau mereka menolak, mungkin karena mereka belum melihat buktinya.


Tugas kita sekarang adalah memberi pembuktian!

wassalaamu’alaikum wr. wb.


sumber

Penemuan Meteorologi dalam Al Quran


Oleh Mariam Rashid

 Tatkala Rasulullah SAW mengorak langkah untuk menyebarkan dakwah secara terbuka, orang-orang musyrikin Quraisy menuduh baginda yang mencipta ayat-ayat Al-Quran. Jika difikirkan secara logik, Rasulullah SAW adalah seorang yang buta huruf.

Tambahan pula, sepanjang hayat baginda menetap di jazirah Arab yang mengalami purata hujan tahunan yang amat rendah. Bagaimanakah baginda tahu-menahu tentang gumpalan awan seperti gunung serta pembentukan ketulan ais akibat proses pengumpulan awan?

Sudah tentu terdapat ‘penyampai’ yang menitip maklumat kepada Rasulullah SAW perihal suasana di atmosfera dan cakerawala. ‘Penyampai’ yang dimaksudkan adalah malaikat Jibrail yang mula membawa wahyu, tanggal 6 Ogos (17 Ramadan) tahun 610 Masihi.

Ini membuktikan bahawa Al-Quran bukanlah suatu kitab ketinggalan zaman yang perlu diubah mengikut perkembangan semasa kerana pelbagai bidang sains seperti astronomi, kosmologi, oseanografi mahupun zoologi sudah pun termaktub di dalamnya.

Saintis Barat seperti Luke Howard, Francis Beaufort, Cleveland Abbe dan Vilhelm Bjerknes terkial-kial membuat kajian tentang meteorologi sejak 300 tahun lepas, ilmu tersebut sudah pun termaktub dalam Al- Quran sejak 1400 tahun dahulu.

Meteorologi merupakan kajian saintifik tentang atmosfera dan pelbagai proses yang berlaku di dalamnya. Apabila disebut meteorologi, sudah pasti masih ramai yang tidak tahu maksud istilah tersebut berbanding “ramalan cuaca”.

Setelah kajian dilaksanakan oleh stesen kaji cuaca dengan bantuan satelit dan beberapa perkakasan canggih, barulah ramalan cuaca dikeluarkan. Berapakah peratus daripada penonton televisyen yang memberi perhatian terhadap segmen ramalan cuaca yang disiarkan di dalam rancangan televisyen atau radio setiap hari?

Di Malaysia, meteorologi tidak begitu menonjol jika dibandingkan dengan cabang ilmu sains yang lain. Hakikatnya, bertitik tolak dari meteorologi, ia menghasilkan pelbagai kajian sains seperti climatology (kajian tentang iklim), hidrologi, strata vegetasi, botani, zoologi dan biogeografi.

Allah SWT telah mencipta air yang berupaya wujud dalam tiga fasa pada masa yang sama iaitu pepejal, cecair dan gas. Ciri unik ini menghasilkan pelbagai bentuk kehidupan di eko sistem daratan mahupun akuatik. Selain daripada air, parameter seperti keamatan cahaya, suhu, arah pergerakan angin, radiasi elektro magnetik dan tekanan udara turut diambil kira.

Tahukah anda bahawa terdapat beberapa ayat Quran yang memberi gambaran tentang meteorologi? Rujuklah kepada : Surah Al Araaf (7: 57), An Nahl (16: 65), Al Mukminun (23: 18), An-Nur (24: 43), Al Furqaan (25: 48-50), Ar Rum (30: 48), As-Sajdah (32: 27), Fushshilat (41: 39) dan Al Mulk (67: 30).
Kesemua ayat-ayat tersebut adalah di bawah kategori ayat Makiyah kecuali An-Nur (24: 43) merupakan ayat Madaniyah. Surah Ar Rum (30: 48) yang membawa maksud: “Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun pada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.”

Jika diteliti ayat di atas, terdapat beberapa proses yang berlaku di dalam atmosfera sebelum hujan turun: Awan Bergerak (Dengan Bantuan Angin) --> Awan Membentang --> Awan Bergumpal --> Hujan Turun.

Surah An-Nur (24: 43) yang membawa maksud: Tidakkah kamu melihat bahawa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bahagian-bahagian)nya, kemudian menjadikan bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah juga menurunkan (butiran-butiran) ais dari langit, iaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya butiran ais kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan dari sesiapa yang dikehendaki-Nya.

Terdapat sedikit perbezaan di antara ayat pertama dan kedua, diringkaskan seperti berikut: Awan Bergerak --> Awan Berkumpul--> Awan Bergumpal/bertindih --> Hujan/butiran Ais Turun.
Surah Ar-Rum (30: 48) menggambarkan tentang klasifikasi awan manakala An-Nur (24: 43) menerangkan tentang proses kerpasan (precipitation).

Ahli-ahli meteorologi telah merumuskan bahawa awan terbahagi kepada dua kategori:
i) Awan membentang: sirus, sirokumulus, altokumulus, altostratus, stratus dan stratokumulus
ii) Awan bergumpal: kumulonimbus, kumulus dan nimbostratus

Awan kumulus tidak bertahan lama. Apabila angin kuat yang mengandungi udara lembap bergerak ke atas, ia akan membentuk awan kumulonimbus yang membawa hujan lebat, petir dan guruh. Awan jenis ini kadangkala mempunyai bahagian atas dan bawah yang leper.

Jika angin bertiup kencang, bahagian atas akan membentuk satu lapisan awan yang dikenali sebagai stratokumulus.Awan stratus terbentuk apabila satu lapisan udara disejukkan pada titik tepu. Selain daripada kumulonimbus, nimbostratus turut ditakuti oleh manusia kerana membawa hujan bagi jangkamasa yang lama. Lantaran itu, ia menyebabkan tanah runtuh, jalan raya merekah serta banjir yang lambat surut.

Kerpasan berlaku ketika titisan air atau hablur ais menjadi cukup berat dalam gumpalan awan dan udara tidak berdaya lagi untuk menghalangnya daripada jatuh ke bumi. Fenomena ini boleh diklasifikasikan kepada dua kategori:
i) bentuk cecair: hujan dan gerimis
ii) hablur ais: salji, hujan beku (freezing rain), untal ais (ice pellets) dan hujan batu (hail)
Hujan beku adalah air hujan yang akan membeku apabila jatuh ke bumi manakala hujan batu terdiri daripada ketulan ais yang mungkin mencapai saiz bola golf. Yang pasti kedua-dua jenis hujan ini membawa kemusnahan kepada tanaman ladang, menumbangkan pokok, merosakkan pencawang elektrik serta bumbung rumah.
Firman Allah SWT dalam Surah Al Mukminun (23: 18): Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami benar berkuasa menghilangkannya.

Ada pihak yang merujuk istilah ‘suatu ukuran’ atau ‘biqadarin’ (Bahasa Arab) kepada air yang meliputi kira-kira 71% daripada permukaan bumi. Tafsiran itu tidak salah dan boleh diterima tetapi ‘biqadarin’ perlu dilihat dari sudut lain iaitu:

1. Saiz (diameter) titisan air hujan dan hablur ais yang turun akibat kerpasan

- Gerimis adalah titisan air yang berdiameter 0.2-0.5 mm, berasal dari awan stratus. Kedudukan stratus yang rendah membatasi titisan air daripada membesar akibat proses perlanggaran sesama sendiri.

- Titisan air hujan berasal dari nimbostratus berukuran berdiameter 1-2 mm sementara titisan dari kumulonimbus berdiameter 3-6 mm.

- Untal ais adalah partikel berwarna putih dalam bentuk kon atau sfera, berdiameter 1-5 mm. Ia terbentuk apabila itisan air dalam awan berada pada suhu -10C (14F) hingga -20C (-4F).

- Hujan batu (hail) terbentuk ketika hujan lebat, diikuti dengan angin kencang. Proses perolakan angin menolak butiran ais ke arah atas, kembali ke lapisan atas dan tengah awan kumulonimbus. Butiran ais menjadi besar setelah bergabung dengan titisan air.

2. Ukuran purata air hujan yang turun di pelbagai tempat
- Di Lembah Amazon dan Lembah Congo, purata hujan tahunan adalah melebihi 250 sm. Di Pulau Madagascar dan Gunung Kilimanjaro, purata hujan tahunan adalah di antara 50 - 100 sm manakala di Gurun Gobi dan Gurun Great Victoria, purata hujan tahunan hanya mencecah 25sm.

Dengan wujudnya pelbagai purata hujan tahunan serata dunia, maka terbentuklah tujuh kumpulan iklim: Tropika Lembap, Kering, Subtropika, Temperat, Boreal, Kutub dan Tanah Tinggi.

Firman Allah dalam Surah as-Sajdah (32: 27): “Dan apakah mereka tidak memerhatikan bahawa Kami menghalau awan yang mengandungi air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu dengan tanaman yang menjadi sumber makanan binatang ternakan dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memerhatikan?”

Ayat di atas menggambarkan satu rantai makanan (food chain) yang ringkas: Air Hujan --> Tumbuh-tumbuhan
(Autotrof) --> Haiwan (Heterotrof)

Autotrof atau pengeluar, membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Haiwan tidak boleh menjadi autotrof kerana ia tidak boleh membuat makanan sendiri. Heterotrof yang terdiri daripada herbivor, karnivor dan omnivor memerlukan autotrof untuk meneruskan kelangsungan hidup.

Semakin tinggi purata hujan tahunan bagi suatu kawasan, maka rantai makanan menjadi lebih kompleks. Dua jenis biogeografi dipilih sebagai perbandingan:

(a) Hutan Amazon dan Kalimantan: berhampiran dengan garis Khatulistiwa (hutan hujan tropika).

Kawasan ini mendapat cahaya matahari sepanjang tahun dan purata hujan tahunan melebihi 250 sm. Oleh itu, kepelbagaian spesies flora dan fauna adalah tinggi, rantai makanan menjadi lebih kompleks, berubah menjadi jaringan makanan. Lebih banyak kitaran biogeokimia berlaku untuk memberi keseimbangan gas dan nutrient, antara organisma dan persekitaran. Misalnya kitaran karbon, kitaran nitrogen, fosforus dan sulfur.

(b) Siberia dan Alaska: berhampiran dengan Kutub Utara (tundra).

Kawasan ini pula memperoleh cahaya matahari enam bulan sekali dan purata hujan tahunan kurang daripada 25 sm. Lantaran itu, kepelbagaian spesies flora dan fauna adalah rendah, rantai makanan adalah ringkas. Semasa musim panas dan lapisan air mencair, beberapa spesies bunga-bunga kecil, rumput dan herba akan kelihatan.

Apa yang jelas, Quran bukannya diturunkan untuk satu umat atau satu abad, tetapi untuk seluruh umat manusia sehingga hari Kiamat kelak. Bagi sesetengah pihak yang menuduh kandungan Quran tidak sesuai diamalkan pada zaman sekarang adalah mereka yang tidak mengkaji Quran secara menyeluruh. Golongan pemikiran cetek dan dangkal ini hanya mengkaji dan mentafsir ayat-ayat yang tertentu sahaja.

- Oleh Mariam Rashid -

sumber

Kursus Imam-imam Dari Negara China di Malaysia

UNIVERSITI Sains Islam Malaysia (USIM) meraikan seramai 30 imam muda dari negara China pada satu majlis penutup Kursus Imam Muda Negara China, baru-baru ini.

Kursus yang telah berlangsung selama sebulan ini bermula dari 12 Oktober hingga 17 November 2007. Para peserta berasal dari beberapa daerah di China iaitu Gansu, Qinghai, Henan, Yunnan, Sichuan dan lain-lain.

Sepanjang kursus tersebut, mereka bukan sahaja didedahkan dengan ilmu-ilmu teori tetapi pada setiap Sabtu dan Ahad, para peserta akan mengadakan aktiviti luar yang dianjurkan oleh pihak Persatuan Cina Muslim Malaysia atau (MACMA).

Pada tahun lepas, USIM telah berjaya menganjurkan kursus selama sebulan untuk imam-imam muda negara China juga seramai 30 orang. Penganjuran kali kedua ini membuktikan komitmen USIM dalam memberi sumbangan kepada umat Islam di seluruh dunia.

USIM merupakan salah sebuah Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA) yang dipilih untuk kursus ini memandangkan USIM sebagai sebuah IPTA Islam di Malaysia yang dilihat mampu memberikan kursus yang amat berkesan. Apatah lagi, pengajaran dan pembelajaran di USIM yang menggunakan medium bahasa Arab dan Inggeris dilihat amat penting untuk dikongsi bersama dengan peserta-peserta kursus.

Malah dengan kerjasama dari MACMA, maka kursus latihan untuk imam-imam muda negara China diadakan di Malaysia selama 6 bulan di beberapa buah IPT lain iaitu; Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), Universiti Darul Iman (UDM), Kolej Insaniyyah dan Kolej Teknologi Islam Melaka.

Kursus ini diadakan untuk melahirkan golongan imam dari China yang mampu menguasai bahasa Arab dan ilmu-ilmu Islam dengan baik. Di samping itu, dapat melahirkan golongan imam yang berketerampilan dan berdaya saing serta mampu menyelesaikan permasalahan semasa yang berlaku di kalangan masyarakat.

sumber

Selawat Syifa

Quran & Terjemahan Dalam Bahasa Tamil & Mandarin

PUTRAJAYA: Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) akan menerbitkan Tafsir Pimpinan Ar-Rahman versi bahasa Mandarin dan Tamil dalam tempoh dua tahun lagi.

Ketua Pengarahnya, Datuk Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, berkata proses terjemahan versi bahasa Mandarin dimulakan sejak September lalu, manakala versi bahasa Tamil akan dimulakan tidak lama lagi.

“Jakim berharap penerbitan kitab versi bahasa Mandarin dan Tamil ini dapat membantu umat Islam yang tidak mahir berbahasa Inggeris dan Melayu untuk memahami makna al-Quran seperti dikehendaki ajaran Islam,” katanya pada sidang media selepas majlis pelancaran versi bahasa Inggeris, Tafsir Ar-Rahman-Interpretation Of The Meaning Of The Quran dan buku terbaru terbitan Jakim di sini, semalam.


Pelancaran kitab itu disempurnakan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Dr Abdullah Md Zin.

Mengenai versi bahasa Inggeris kitab Tafsir Ar-Rahman, Wan Mohamad berkata, ia akan diedarkan ke seluruh dunia khususnya negara Pertubuhan Persidangan Islam (OIC), Eropah, benua Amerika dan negara mempunyai penduduk beragama Islam.

Katanya, kitab setebal 1,317 muka surat itu juga digunakan dalam mata pelajaran pendidikan Islam di sekolah, pengajian ta’mir di masjid serta surau di seluruh negara.

“Cetakan pertama sebanyak 1,000 naskhah boleh didapati di ibu pejabat Jakim di Putrajaya dan kedai buku dilantik,” katanya.

Kitab itu diterbitkan dengan kerjasama Institut Terjemahan Negara Malaysia (ITNM) dan diedarkan Syarikat Darul Fikir Sdn Bhd (Darul Fikir).

Usaha menerbitkan kitab versi bahasa Inggeris itu dimulakan sejak 1998 berikutan sambutan menggalakkan terhadap kitab versi jawi dan bahasa Melayu yang ditulis ulama dan penulis terkenal, Sheikh Abdullah Mohd Basmeih.

sumber