Showing posts with label ISLAM DI EROPAH. Show all posts
Showing posts with label ISLAM DI EROPAH. Show all posts

Saturday, November 22, 2008

Seorang Muslim di Sweden




IBRAHIM Karlsson dilahirkan dalam sebuah keluarga berbangsa Sweden yang sederhana, tanpa pegangan agama namun kehidupan mereka sentiasa kaya dengan kasih sayang. Dalam tempoh hayat 25 tahun, tidak pernah langsung terlintas di fikiran Ibrahim tentang kewujudan Tuhan mahupun yang berkaitan kerohanian kerana dia tergolong dalam kategori lelaki materialistik.

Pun begitu, dia masih boleh ingat sebuah cerita imaginasi yang ditulis sewaktu di dalam gred tujuh tentang kehidupan masa depannya, di mana dia membayangkan diri menjadi seorang pengatur cara permainan yang berjaya walaupun langsung tidak pernah menyentuh komputer dan berkahwin dengan seorang wanita Muslim. Pada masa itu yang terlintas tentang Muslim kepadanya hanyalah berpakaian labuh dan menutup kepala.

Kemudian, semasa berada di sekolah menengah, Ibrahim banyak menghabiskan masanya di perpustakaan sekolah sehingga digelar 'ulat buku' dan pernah pada satu masa, dia membaca beberapa terjemahan ayat-ayat suci al-Quran. Beliau dapati bahan yang disebut di dalam kitab itu, semuanya benar dan logik. Sungguhpun begitu, hidayah tidak sampai kepadanya.

Masa terus berlalu dan beliau mula bekerja. Dengan pendapatan yang diperoleh, dia berpindah ke pangsapuri sendiri dan mula meminati salah satu alat di dalam komputer yang mampu merakam pelbagai visual. Minat yang mendalam itu sehingga ke tahap dikira taksub.

Sejak itu, ke mana sahaja dia pergi, telefon berkamera adalah teman setia sepanjang waktu. Pernah dia dimarahi seorang lelaki Muslim imigran kerana merakam gambar emak dan kakak lelaki itu sewaktu berada di pasar. Apa yang terpacul di fikirannya bahawa orang Islam ini pelik.

Malah banyak perkara berkaitan dengan Islam berlaku ke atasnya. Malah dia tidak mempunyai penjelasan tepat bagaimana dia boleh menghubungi Pertubuhan Maklumat Islam di Sweden untuk melanggan buletin dan untuk membeli terjemahan al-Quran karya Yusuf Ali serta sebuah buku berjudul Islam: Our Faith.

Apabila membaca keseluruhan kandungan al-Quran itu memang tidak dapat dinafikan keindahan dan kebenaran isi kandungannya. Namun, Tuhan masih tiada ruang dalam hatinya. Setahun kemudian, sewaktu berada di satu petak tanah yang dipanggil Pretty Island yang memang benar-benar cantik dan sedang asyik merakamkan gambar-gambar warna-warni musim luruh, tanpa dijangka hatinya begitu tersentuh dengan keindahan alam kejadian ciptaan Pencipta dunia ini.

seterusnya

Tuesday, September 16, 2008

Islam di Belanda


Tahun ini menandai lima kali Ramadhan saya habiskan di negeri tulip dan windmolen. Masyarakat Indonesia lebih mengenal windmolen dengan istilah kincir angin, ya betul, kincir angin negeri Belanda, negeri datar yang hampir seluruh daratannya lebih rendah dari permukaan samudra. Di tanah datar ini bunga tulip menyebarkan aroma khas pariwisata ke seluruh penjuru dunia. Tulip adalah Belanda.

Belanda, negara relatif kecil di Eropa Barat, dengan penduduk hampir 17 juta jiwa. Satu juta di antaranya adalah kaum muslimin yang sebagian besar adalah imigran asal Maroko, Turki, Iraq, Somalia, dan juga Indonesia. Tidak dipungkiri, hubungan sejarah Indonesia dan Belanda selama masa kolonial menjadikan pendatang maupun budaya Indonesia cukup mudah ditemui di negeri ini.

Ramadhan di Belanda, sebagaimana di negeri sub tropis lainnya, membutuhkan perjuangan ekstra. Selain kultur budaya dan agama yang berbeda, faktor alam pun membuat banyak perbedaan. Karena letak geografis Belanda jauh di sebelah utara garis katulistiwa, pada musim panas waktu siang jauh lebih panjang dibanding waktu malam. Tahun ini Ramadhan jatuh pada akhir musim panas di mana waktu maghrib tiba hampir pukul 21.00 malam dan subuh pada pukul 4.30 dini hari. Sehingga total waktu berpuasa tahun ini hampir 17 jam, jauh lebih panjang dibanding waktu berpuasa di Tanah Air.

Bagi saya di tahun kelima ini, Ramadhan di Belanda sudah menjadi biasa. Tidak ada lagi rasa kaget dan sepi ketika puasa dan berbuka, yang sering saya rasakan dulu ketika datang pertamakali ke negeri ini. Semarak aktivitas kaum muslimin di negeri Belanda sepanjang Ramadhan membuat saya tetap merasa feeling at home, walau tentu saja ada kerinduan tersendiri mendengarkan suara adzan bersahutan seperti di Tanah Air, karena di Belanda suara adzan umumnya dikumandangkan hanya untuk di dalam masjid.

***

Groningen, kota pelajar di utara Belanda, di sini pertama kali saya habiskan Ramadhan dua tahun pertama. Kota kecil nan damai inilah yang pertamakali merubah rasa sepi, rindu, dan terasing ketika datang ke negeri ini. Komunitas muslim di kota ini luar biasa hangat dan erat. Setiap akhir pekan selama Ramadhan selalu diadakan buka bersama oleh deGromiest – deGroningen Indonesian Moslem Society, komunitas Muslim yang terdiri dari para mahasiswa, pekerja, maupun mukimin asal Indonesia yang telah lama menetap di sekitar area Groningen.

Tidak jauh dari area Rijks Universiteit Groningen, ada sebuah rumah yang telah lama dijadikan masjid oleh warga muslim Groningen asal Maroko. Masjid ini dapat menampung sekitar 500 jamaah. Selama Ramadhan masjid ini penuh oleh jamaah tarwih maupun tadarrus Qur’an. Kami biasa memanggil masjid ini dengan masjid Selwerd. Selalu saya ingat pertama kali datang ke masjid ini adalah jabat tangan erat dan senyuman khas orang Maroko, sambutan yang biasa mereka berikan sebagai tanda ukhuwah dan persaudaraan.

Den Haag, kota pemerintahan, tempat sang Ratu Beatrix bermukim dan bekerja. Kota ini identik dengan masyarakat Indonesia karena mudah ditemui rumah makan, toko, maupun warga asal Indonesia. Dekat dengan pusat kota, berdiri megah masjid Al-Hikmah, masjid yang dibangun oleh KBRI dan warga Indonesia. Seperti halnya masjid-masjid lain, selama Ramadhan masjid ini pun semarak dengan ibadah shalat, tadarrus, tarwih, dan buka puasa.

Amsterdam, ibu kota Belanda sekaligus ikon pariwisata. Di sana semarak Ramadhan menemukan gairahnya. Sebuah organisasi Islam masayarakat Indonesia setiap tahun melaksanakan aktifitas Ramadhan dan tarwih bersama, tidak tanggung-tanggung, mereka selalu mendatangkan imam dan penceramah dari Tanah Air. Suatu kali seorang imam yang hafidz Qur’an datang dengan bacaan yang indah menggetarkan kalbu.

Karena kagum dengan hafalan dan bacaan Qur’an sang imam asal Indonesia ini, seorang wanita Maroko meminta sang imam untuk menikahinya. Sang imam telah berkeluarga, terimakasih ia ucapkan, dengan sopan ia menolaknya. Sumbangan mengalir deras dari para jamaah untuk sang imam yang memiliki yayasan da’wah dan pendidikan di Indonesia. Satu kali terlihat pula sebuah sepeda motor langsung dihibahkan seorang jama’ah tarwih sebagai infaq bagi perjuangan sang imam di Tanah Air.

Utrecht, kota central di tengah Belanda. Di sini ada Stichting Generasi Baru dan Yayasan Bina Dakwah. Mereka semua yayasan yang didirikan oleh masyarakat mukimin Indonesia di Utrecht. Selama Ramadhan kedua yayasan itu bekerjasama membangun semarak ibadah tarwih dan buka bersama.

***

Semarak Ramadhan di Belanda memang luar biasa. Para bule Belanda pun sudah maklum karena intensitas hubungan mereka dengan kaum muslim yang cukup besar. Dalam keseharian, nuansa sinis ala Geert Wilders jarang saya temui, alhamdulillah. Bagi saya sejauh ini, orang Belanda adalah keramahan dan kebebasan beragama.

Suatu pagi, seorang kolega saya di kantor, menawarkan secangkir kopi, minuman penyegar nan hangat yang sangat populer di Belanda. Dalam sehari orang Belanda bisa menghabiskan lima cangkir kopi. Saya tidak suka minum kopi, namun karena sering ditawari, akhirnya sekali-kali saya minum juga. Ini salah satu kebiasaan baik orang Belanda, setiap mereka pergi untuk ambil minum, mereka juga selalu menawarkan minuman untuk orang lain.

‘’Something to drink?’’

‘’No, thanks’’

‘’Are you fasting?, also not drinking? ‘’

Si bule Belanda ini geleng-geleng kepala, rupanya ia pikir saya puasa hanya tidak makan saja, dia sekarang sadar saya pun tidak minum. Sepanjang bulan Ramadhan itu si bule ini selalu melewatkan saya ketika ia pergi untuk minum kopi, sambil tersenyum ia bilang,

‘’Tot volgende maand’’

‘’Sampai (ketemu kopi) bulan depan’’

***

Eko Hardjanto

Eindhoven, 4 Ramadhan 1429 H

sumber

Chechnya Bina Masjid Terbesar di Eropah


Setelah menunggu sekian lama, warga Muslim Chechnya akhirnya memiliki masjid besar yang dibangun di kota Grozny. Masjid itu akan menjadi masjid terbesar bukan hanya di Chechnya-negeri di Utara Kaukasus-tapi juga di seluruh Eropah.

Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov mengatakan, masjid ini akan dibuka secara rasmi pada tanggal 17 Oktober bersamaan dengan hari pertama pelaksanaan International Peacemakers's Conference yang bertajuk "Islam-Religion of Peace and Progress."

Masjid itu diberi nama Masjid Ahmad Kadyrov, nama ayah dari Ramzan Kadyrov. Masjid yang mampu menampung lebih dari 10.000 jamaah ini dilengkapi dengan menara-menara setinggi 180 kaki, yang menjulang ke langit. Di masjid ini juga terdapat kantor administrasi urusan agama Islam Chechnya, sekolah agama, universitas Islam, hotel serta perpustakaan Islami. Pembangunan masjid ini sudah dimulai sejak tiga tahun yang lalu dan menelan biaya sekitar 20 juta dollar.

"Untuk pertama kalinya setelah 60 tahun lamanya, rakyat Chechnya bisa memiliki masjid agung di Grozny sebagai tempat melaksanakan kegiatan dan ibadah, " kata Presiden Ramzan Kadyrov.

Ia mengungkapkan, ketika masih berada di bawah rezim Soviet, tak satu pun masjid bisa dibangun di Chechnya. Masjid-masjid yang ada bahkan ditutup, dihancurkan dan dirampas.

"Rakyat Chechnya tidak pernah punya kesempatan untuk beribadah di dalam satu masjid yang besar, sesuatu yang seharusnya menjadi hal yang biasa di negara Islam dan di wilayah-wilayah di mana agama Islam dianut, " tukas Ramzan. (ln/iol)

sumber

Wednesday, August 6, 2008

Insuran Islam di Britain

LONDON 28 Julai - Sebuah syarikat insurans berlandaskan Syariah yang pertama seumpamanya di Britain dilancarkan hari ini dengan menawarkan perkhidmatan polisi insurans kenderaan berasaskan undang-undang Islam.

Syarikat insurans Salaam Halal yang berlandaskan prinsip Takaful, disasarkan kepada 1.6 juta penduduk Islam di Britain yang merupakan 2.7 peratus daripada keseluruhan penduduk di negara ini.

"Pelancaran Insurans Salaam Halal iaitu sebuah syarikat bebas pertama berasaskan syariat Islam ini merupakan satu perkembangan terhadap pembangunan sistem kewangan Islam di negara ini," kata Pengerusi Salaam Insurans, Abdulaziz Hamad Aljomaih.

Kerajaan Britain pada 2004 telah membenarkan sebuah bank yang menggunakan 100 peratus kaedah perbankan Islam, Islamic Bank of Britain untuk beroperasi sebelum sebuah bank tempatan, bank Llyods TSB turut melancarkan produk perbankan Islam pada tahun lepas.

- AFP

SUMBER

Thursday, April 10, 2008

Wanita Jerman Berlumba-lumba Masuk Islam

Meskipun Islam dan umatnya kerap dihina dan dikerasi di pelbagai tempat, namun cahaya kebenaran tidak pernah redup. Di Jerman, sebuah sensus menyebutkan bahawa Islam tersebar dengan pesat.

Di Jerman, orang berbondong-bondong masuk Islam setiap. Hal ini menimbulkan kekhuatiran sebahagian orang apabila Eropa dalam beberapa tahun lagi akan berubah menjadi benua yang didominasi oleh kaum Muslimin.

Menurut Laporan Lembaga Statistik Khusus umat Islam di Jerman, jumlah orang yang masuk Islam di Jerman bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006, jumlah mereka yang mengisytiharkan diri masuk Islam sekitar 4.000 orang, sementara dalam tahun 2005, hanya sekitar 1.000 orang saja. Menurut Direktur Lembaga, Salim Abdullah, “Paling sedikit ada 18.000 orang Jerman yang tercatat sudah masuk Islam.”

Dalam kajian yang dilakukan lembaganya, di kota Sost Jerman, terdapat 1.240 Muslim asal Jerman dari sejumlah 732 ribu orang Muslim dari berbagai latar belakang. “Kebanyakan para pemeluk Islam baru itu adalah kaum wanita yang telah menetapkan diri masuk Islam, baik kerana keyakinannya ecara peribadi ataupun kerana pernikahannya dengan sang suami yang beragama Islam, ujar Salim.

"Ini bukan hal yang aneh, kerana umumnya kaum Muslimah Jerman juga orang-orang terpelajar yang memiliki predikat ilmiah cukup tinggi dari pelbagai lembaga pendidikan, ” ujar Salim.

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa 250 hingga 300 orang perempuan Jerman memeluk Islam setiap tahun. (na-str/islmtm)

sumber

Sunday, December 30, 2007

Ensiklopedia: Islam dahului Barat 800 tahun

INTELEKTUAL terkemuka Perancis, Roger Garaudy berpendapat, andainya Barat memilih dan menerima Islam sebagai sistem atau pandangan hidup, maka Barat tidak akan melakukan penjajahan di dunia Islam.

Selain itu, Barat juga tidak akan melakukan peperangan dan merampas hak kehidupan bangsa lain, terutama umat Islam. Inilah nasib tragedi yang dialami Barat hingga kini, mereka ingin terus menjajah umat Muslim dengan berbagai cara dan polanya.

Setiap tahun mereka menindas orang Islam yang dianggap sebagai ancaman kepada kepentingan Barat. Mengenai hal ini, kita dapat lihat bagaimana mereka (Amerika, Inggeris, Perancis, Itali, Belanda, Jerman dan negara sekutu lainnya) bersatu menakluki wilayah Islam di Asia Barat, Afrika dan Asia.

seterusnya

Zaman Pertengahan Eropah Penuh Kejutan

Hari ini saya ke Kinokuniya untuk mendapatkan dua buah buku penting bagi subjek saya bersama Prof. Kopanski iaitu “Contact and Relations Between Muslims and Medieval Europe”.

Dua buku yang saya maksudkan itu ialah:

INTRODUCTION TO MEDIEVAL EUROPE 300 - 1550: Age of Discretion, oleh Willem Pieter Blockmans dan Peter Hoppenbrouwers.

medieval_routledge.jpg

MUHAMMED AND CHARLEMAGNE, oleh Henri Pirenne

charlemagne.jpg

Setelah lama menghabiskan masa membaca Sejarah Eropah Moden, di satu peringkat saya agak lesu dalam cubaan untuk membaca tentang sejarah Medieval Europe, yang sering diistilahkan sebagai zaman gelap Eropah.

Tetapi Prof Kopanski telah berjaya menyuluh saya dan rakan-rakan, di manakah keistimewaan era ini khususnya bagi kaum Muslimin. Seperti biasa, beliau akan membentangkan peta Eropah sebesar meja di depan kami, dan syarahannya tidak ubah seperti ketua tentera yang sedang menerangkan misinya kepada gerombolan askar.

Diskusi kami menjadi hangat dengan persoalan yang berlegar di sekitar King Offa of Mercia (757-796) yang memerintah sebahagian kawasan England, Wales dan Scotland. Apakah King Offa memeluk Islam? Isu mengenainya timbul apabila wang syiling yang ditempa pada zaman pemerintahannya memaparkan kalimah La Ilaaha Illallaah. Tambahan pula, tubuhnya yang hilang dari kuburan, menimbulkan lagi kerumitan.

Perbincangan terus jadi menarik apabila dibahaskan tentang asal usul Blackie di sekitar kawasan selatan England seperti di Southampton, Brighton dan sebagainya. Mereka adalah British, namun kulitnya sedikit gelap dan dipercayai sebagai saki baki komuniti Andalus yang bermastautin di sana.

Lebih mengujakan, apabila dibentangkan pula tentang beberapa buah kerajaan Islam yang memerintah pulau sekitar Itali, malah pernah sampai memerangi dan mengalahkan Vatican City di Rome. Kerajaan-kerajaan yang mencecah usia sekurun itu, walau bagaimana pun tidak menakluk Rome, sebaliknya membiarkan kota itu begitu sahaja. Kerajaan-kerajaan Islam di sekitar Itali ini tidak mempunyai sebarang hubungan langsung dengan Abbasiyyah di Baghdad, mahu pun Umayyah di Andalus. Mereka berdiri sendiri.

Catatan-catatan Ibn Fadhlan yang kemudiannya difilemkan di dalam The 13th Warrior juga dibahaskan dengan panjang lebar.

Apa yang menariknya ialah, setiap kelas, akan disertakan dengan sesi menonton filem berkaitan Medieval Europe. Ada yang keluaran Hollywood, tidak kurang juga karya tempatan dari Poland, Sweden, England dan sebagainya.

Filem terakhir yang kami tonton, adalah berkaitan dengan Charlemagne yang dianggap sebagai pengasas Eropah. Buku Henri Pirenne yang diterbitkan sejurus sebelum Perang Dunia Kedua itu, sungguh klasik dan mencetuskan pelbagai debat. Bagaimanakah Rasulullah SAW dan generasi Islam yang awal, menggoncang kegelapan Rumawi dan Frankish ketika itu… saya sedang memerah kepala membacanya.

Setiap kali kelas ini berlangsung, ia berakhir mencecah 10:30 malam (bermula pada jam 6 petang).

Prof. Kopanski berkali-kali merayu kami supaya menawarkan diri untuk menulis thesis berkenaan Medieval Europe, namun saya secara peribadi hanya mampu tersenyum.

ABU SAIF @ www.saifulislam.com
56000 Kuala Lumpur

sumber:

http://saifulislam.com/?p=786