Showing posts with label AJARAN ISLAM. Show all posts
Showing posts with label AJARAN ISLAM. Show all posts

Saturday, November 22, 2008

Mengapa Islam Haramkan Riba?

KEDUDUKAN ekonomi Amerika Syarikat (AS) semakin buruk. Meskipun Washington cuba menutup kedudukan ekonominya, namun data dan fakta sudah lama melaungkan kegagalan ekonomi kapitalis itu.

Dengan kedudukan defisit akaun semasa yang terus pincang, hutang kerajaan yang menggunung, pengangguran yang tinggi, nilai hartanah dan portfolio yang merudum, rakyat AS melihat ekonomi kapitalis yang kononnya menjanjikan seribu satu impian bertukar menjadi ekonomi parasit meratah kekayaan yang ada.

Amerika Syarikat sebenarnya sudah ditelan lubang hitam krisis hutang yang parah, mungkin paling parah dalam sejarah kemanusiaan.

Pelbagai punca dicari bagi menjelaskan krisis yang berlaku. Namun, fakta sebenarnya ialah sistem ekonomi yang berpaksikan riba pasti akan hancur.

Melihat kepada krisis di AS, sesungguhnya benarlah firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 276, “Allah susutkan riba dan mengembangkan sedekah”.

Semuanya berpunca daripada kaedah mengembangkan ekonomi dengan menggalakkan pemberian hutang dan hutang itu pula meningkat dari masa ke masa kerana adanya riba. Maka, si kaya yang menyimpan di bank khayal dengan janji kekayaan yang meningkat oleh riba. Di satu pihak lagi, si miskin yang berhutang terus miskin kerana hutang dan beban riba.

Institusi kewangan yang menjadi agen riba ibarat badut yang membaling bebola berwarna. Bebola tersebut ibarat produk-produk kewangan yang menarik. Tangan kanan badut ibarat si kaya dan tangan kirinya ibarat si miskin.

seterusnya

Friday, February 15, 2008

Thursday, February 14, 2008

Mengenal Islam

Syari’ah Islam bertujuan untuk mewujudkan hal-hal berikut :

1. Memperkenalkan manusia dengan Tuhan dan Pencipta mereka , melalui nama-nama-Nya yang mulia dan sifat-sifat-Nya yang agung , serta perbuatan-perbuatanNya yang sempurna .

2. Menyeru manusia untuk beribadah hanya kepada Allah , tidak ada sekutu bagi-Nya , dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya , yang merupakan kemashlahatan bagi mereka didunia dan akhirat .

3. Mengingatkan mereka akan keadaan dan tempat kembali mereka setelah mati, dan apa yang akan mereka hadapi didalam kubur , serta ketika dibangkitkan dan dihisab . Kemudian tempat kembali mereka surga atau neraka .

Dan hal-hal yang diseru oleh Islam dapat kita simpulkan dalam point-point berikut :

Pertama : ’aqidah

Yaitu : meyakini rukun-rukun iman yang enam :

1- Beriman kepada Allah , diwujudkan dengan hal-hal berikut :

One.Beriman pada rububiyyah Allah Ta’ala , artinya : bahwasanya Allah adalah Tuhan , Pencipta , Pemilik , Pengatur segala urusan .

Two.Beriman pada uluhiyyah Allah Ta’ala , artinya : bahwasanya Allah Ta’ala sajalah Tuhan yang berhak disembah , dan semua sesembahan selain-Nya adalah batil .

Three.Beriman pada nama-nama dan sifat-sifat-Nya , artinya : bahwasanya Allah Ta’ala memiliki nama-nama yang mulia , dan sifat-sifat yang sempurna serta agung sesuai dengan yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam .

2- Beriman kepada para Malaikat :

Malaikat adalah hamba-hamba yang mulia . Mereka diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya , serta tunduk dan patuh menta’ati-Nya . Allah telah membebankan kepada mereka berbagai tugas . Diantara mereka adalah Jibril ; ditugaskan menurunkankan wahyu dari sisi Allah kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang dikehendaki-Nya .

Ada Mikail yang ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan . Ada pula Israfil yang bertugas meniupkan sangsakala dihari terjadinya kiamat . Dan ada juga Malaikat Maut , bertugas mencabut nyawa ketika ajal telah tiba .

3- Beriman kepada Kitab-kitab :

Allah - Yang maha agung dan mulia - telah menurunkan kepada para rasul-Nya kitab-kitab , mengandung petunjuk dan kebaikan . Yang kita ketahui diantara kitab-kitab ini adalah :

One.Taurat , diturunkan Allah kepada Nabi Musa ’alaihis salam , ia merupakan kitab Bani Israil yang paling agung .

Two.Injil , diturunkan Allah kepada Nabi Isa ’alaihis salam .

Three.Zabur , diturunkan Allah kepada Daud ’alaihis salam .

Four.Shuhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa ’alaihimas salam .

Five.Al Qur’an yang agung , diturunkan Allah Ta’ala kepada nabi-Nya Muhammad , penutup para nabi . Dengannya Allah telah menasakh (menghapus) semua kitab sebelumnya . Dan Allah telah menjamin untuk memelihara dan menjaganya ; karena ia akan tetap menjadi hujjah atas semua makhluk , sampai hari kiamat .

4- Beriman kepada para rasul :

Allah telah mengutus para rasul kepada makhlukNya . Rasul pertama adalah Nuh dan yang terakhir adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Dan semua rasul itu adalah manusia biasa , tidak memiliki sedikitpun sifat-sifat ketuhanan . Mereka adalah hamba-hamba Allah , yang telah dimuliakan dengan kerasulan . Dan Allah telah mengakhiri semua syari’at dengan syari’at Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Beliau diutus untuk seluruh manusia . Maka tidak ada lagi nabi sesudahnya .

5- Beriman kepada hari akhirat :

Yaitu hari kiamat , tidak ada hari lagi setelahnya , Ketika Allah membangkitkan manusia dalam keadaan hidup untuk kekal ditempat yang penuh kenikmatan atau di tempat siksaan yang amat pedih. Beriman kepada Hari Akhir meliputi beriman kepada semua yang akan terjadi setelah mati , yaitu : ujian kubur , kenikmatan dan siksaannya , serta apa yang akan terjadi setelah itu , seperti kebangkitan dan hisab , kemudian surga atau neraka .

6- Beriman kepada Qodar (Takdir) :

Qodar artinya : beriman bahwasanya Allah telah mentaqdirkan semua yang ada dan menciptakan seluruh makhluk sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu , dan menurut kebijaksanaanNya . Maka segala sesuatu telah diketahui oleh Allah , serta telah pula tertulis disisiNya , dan Dialah yang telah menghendaki dan menciptakannya .

Kedua : rukun-rukun Islam :

Islam dibangun diatas lima rukun . Seseorang tidak akan menjadi muslim yang sebenarnya hingga dia mengimani dan melaksanakannya, yaitu :

Rukun pertama : Syahadat (bersaksi) bahwa , tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah , dan bahwasanya Muhammad itu adalah Rasulullah . Syahadat ini merupakan kunci Islam dan pondasi bangunannya .

Makna syahadat la ilaha illallah ialah : tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah saja , Dialah ilah yang hak , sedangkan ilah selainnya adalah batil . Dan ilah itu artinya : Yang disembah .

Dan makna syahadat : bahwasanya Muhammad itu adalah rasulullah ialah : membenarkan semua apa yang diberitakannya , dan menta’ati semua perintahnya serta menjauhi semua yang dilarang dan dicegahnya .

Rukun kedua : Shalat :

Yaitu lima shalat setiap hari , Allah syari’atkan sebagai hubungan antara seorang muslim dengan Tuhannya . Didalamnya dia bermunajat dan berdo’a kepada-Nya , disamping agar menjadi pencegah bagi muslim dari perbuatan keji dan munkar .

Dan Allah telah menyiapkan bagi yang menunaikannya kebaikan dalam agama dan kemantapan iman serta ganjaran , baik yang cepat maupun lambat . Maka dengan demikian seorang hamba akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kenyamanan raga yang akan membuatnya bahagia didunia dan akhirat .

Rukun yang ketiga : Zakat

Yaitu sedekah yang dibayar oleh orang yang memiliki harta sampai nisab (kadar tertentu) setiap tahun , kepada yang berhak menerimanya seperti orang-orang fakir dan lainnya diantara yang boleh dibayarkan zakat kepada mereka . Dan zakat itu tidak diwajibkan atas orang fakir yang tidak memiliki nisab , tapi hanya diwajibkan atas orang-orang kaya untuk menyempurnakan agama dan islam mereka , meningkatkan kondisi dan akhlak mereka , menolak segala bala dari mereka dan harta mereka , mensucikan mereka dari dosa , disamping sebagai bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan dan fakir diantara mereka , serta untuk memenuhi kebutuhan umum mereka , sementara ia (zakat) hanyalah merupakan bagian kecil sekali dari jumlah harta dan rizki yang diberikan Allah kepada mereka .

Rukun yang keempat : Puasa

Yaitu selama satu bulan saja setiap tahun , pada bulan Ramadhan yang mulia , yakni bulan kesembilan dari bulan-bulan Hijriah . Kaum muslimin secara keseluruhan serempak meninggalkan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka ; makan , minum dan jima’ , disiang hari ; mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari . Dan semua itu akan diganti oleh Allah bagi mereka - berkat karunia dan kemurahannya - dengan penyempurnaan agama dan iman mereka , serta peningkatan kesempurnaan diri mereka , dan banyak lagi ganjaran dan kebaikan lainnya baik didunia maupun diakhirat yang telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa .

Rukun yang kelima : Haji

Yaitu menuju Masjidil haram (di Mekkah) untuk melakukan ibadah tertentu . Allah mewajibkannya atas orang yang mampu sekali seumur hidup . Pada waktu itu kaum muslimin dari segala penjuru berkumpul ditempat yang paling mulia dimuka bumi ini , menyembah Tuhan Yang Satu , memakai pakaian yang sama , tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin , antara sikaya dan sifakir , dan antara yang berkulit putih dan berkulit hitam . Mereka semua melaksanakan bentuk-bentuk ibadah tertentu , yang terpenting diantaranya adalah : Wukuf dipadang Arafah , thawaf diKa’bah yang mulia kiblatnya kaum muslimin , dan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah .

Dan didalam pelaksanan haji itu terdapat manfaat-manfaat yang tidak terhingga banyaknya , baik dari segi agama maupun dunia .

Ketiga :

Selanjutnya , Islam juga telah mengatur kehidupan pemeluknya secara individu dan kelompok , dengan konsep yang menjamin kebahagiaan hidup mereka dunia dan akhirat . Islam membolehkan bahkan mendorong mereka untuk nikah , dan sebaliknya mengharamkan (melarang) perbuatan zina , sodomi , dan segala bentuk prilaku kotor lainnya . Ia mewajibkan menjalin hubungan antar kerabat , mengasihi orang-orang fakir dan miskin serta menyantuni mereka , sebagaimana Islam juga mewajibkan dan mendorong untuk berakhlak mulia , serta mengharamkan dan melarang segala bentuk moral yang hina . Islam membolehkan bagi mereka usaha yang baik melalui perdagangan , persewaan dan semacamnya , serta mengharamkan praktek riba , segala bentuk perdagangan yang terlarang , dan semua yang mengandung unsur penipuan atau pengelabuan .

Sebagaimana Islam juga memperhatikan perbedaan manusia dalam konsisten terhadap ajarannya dan memelihara hak-hak orang lain , untuk itu ditetapkan sanksi-sanksi yang mencegah untuk terjadinya berbagai pelanggaran terhadap hak-hak Allah seperti murtad , berzina , meminum khamar dan semacamnya , begitu juga ditetapkan sanksi-sanksi yang mencegah akan terjadinya pelanggaran terhadap hak-hak sesama manusia , seperti membunuh , mencuri , menuduh orang lain berbuat zina , atau menganiaya dengan memukul atau menyakiti . Sanksi-sanksi tersebut sangat sesuai dengan bentuk kejahatannya tanpa ada berlebih-lebihan .

Sebagaimana Islam juga telah mengatur dan memberi batasan terhadap hubungan antara rakyat dan penguasa , dengan mewajibkan rakyat untuk ta’at selama bukan dalam maksiat kepada Allah , dan mengharamkan kepada mereka memberontak atau menentang , karena bisa menimbulkan kerusakan-kerusakan secara umum atau khusus .

Sebagai penutup , dapat kita katakan bahwa , Islam telah merangkum ajaran yang membangun dan menciptakan hubungan yang benar dan amalan yang tepat antara hamba dan Tuhannya , dan antara seseorang dengan masyarakatnya dalam segala urusan . Maka tak satupun kebaikan , baik itu disegi akhlak maupun mu’amalat , melainkan Islam telah membimbing dan mendorong ummat untuk melaksanakannya, dan sebaliknya tak satupun keburukan dalam hal akhlak ataupun mu’amalat melainkan Islam telah mencegah dan melarang ummat untuk melakukannya . Ini semua membuktikan kesempurnaan dan keindahan agama ini , dalam seluruh sisi dan bagiannya .

Segala puji bagi Allah , Tuhan semesta alam .

Saturday, January 12, 2008

'Saudara Baru Muslim' Bicara Tentang 'Hijrah'

Ann Wan Seng, 40. (Penolong Setiausaha Agung Kehormat Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (Perkim) Kebangsaan.)
“Hijrah merupakan suatu sejarah besar umat Islam yang sarat pengajaran dan hikmah untuk direnungi, dihayati dan diwarisi.

Muhammad Azmi Lim Bin Abdullah, 35. (Ahli perniagaan dan tenaga pengajar sambilan di Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (Jawi).
“Sebaik bergelar Muslim, cabaran pertama yang terpaksa saya lalui ialah dihalau oleh datuk kerana dianggap telah menconteng arang ke muka keluarga.

Norhashima Lai Abdullah, 46. (Pengusaha kantin dan katerer)
“Saya bersyukur kerana tergolong sebagai insan yang melakukan hijrah, lebih-lebih lagi dalam soal akidah iaitu berhijrah dari kufur kepada beriman.

seterusnya

Saturday, December 22, 2007

Hari Raya Haji di China

BEIJING 21 Dis ,-Hari Raya Korban di Negara China di sambut serentak pada 20 Disember. Kerajaan China telah menyediakan cuti selama sehari kepada umat Islam di China. Umat Islam di pelbagai tempat di China telah secara meriah menyambut hari kebesaran tersebut.

Seramai 150 ribu orang umat Islam di Xining, provinsi Qinghai yang terletak di utara China telah telah berkumpul beramai-ramai di Masjid Dongguan, iaitu masjid keempat terbesar di dunia dan solat berjemaah untuk menyambut Hari Raya Korban. Umat Islam di Wilayah Autonomi Uygur Xinjiang China telah memakai pakaian yang cantik, sambil menyanyi dan menari untuk menyambut hari kebesaran tersebut.

Dianggarkan terdapat sebanyak lebih 30 juta umat Islam di seluruh China. Etnik Islam terbesar adalah dari Etnik Hui. Kebanyakan bandar besar di China memiliki sejumlah mesjid yang dapat menampung umat Islam untuk mengadakan sembahyang Hari Raya Qurban dan mengadakan Ibadah Qurban secara beramai-ramai. Contohnya di Shanghai terdapat 7 Mesjid dan di Guangzhou terdapat 4 mesjid. Sementara itu di wilayah seperti Qinghai, dan Xinjiang terdapat ribuan mesjid yang dipenuhi oleh jemaah untuk mengadakan sembahyang Hari Raya Qurban.

Persatuan Islam China telah mengadakan jamuan menyambut Hari Raya Korban di Beijing semalam. Naib Perdana Menteri China , Hui Liangyu turut hadir dalam jamuan tersebut. Presiden persatuan itu, Haji Hilaluddin Chen Guangyuan bagi pihak Persatuan Islam China mengucapkan selamat Hari Raya Aidiladha kepada umat Islam China serta umat Islam daripada pelbagai negara asing yang bekerja di China.

Sementara itu Umat Islam di Bandar Yiwu , Zhejiang telah mengadakan sambutan Hari Raya Qurban sehari lebih awal iaitu pada 19 Disember. Mereka mengadakan sembahyang Sunat Aidil Adha di Mesjid Yiwu yang boleh menampung lebih 5000 orang jemaah.

sumber:

Blog CINA ISLAM
http://idhamlim.blogspot.com/

Tuesday, December 4, 2007

Dokumentari Ibadah Haji di Discovery Channel

BUAT pertama kalinya saluran Discovery Channel di Astro akan menyiarkan dokumentari berkaitan para jemaah haji di Mekah.

Dokumentari bertajuk Revealed: The Hajj akan disiarkan pada 16 Disember ini, pukul 9 malam.

Dokumentari tersebut akan menayangkan keseluruhan kehidupan dan aktiviti para jemaah haji yang berada di sana.

Saksikan umat Islam seluruh dunia bersatu untuk mengerjakan ibadah haji seperti tawaf di keliling Kaabah, wukuf di Padang Arafah dan melontar di Mina.

Istimewanya Revealed: The Hajj ini turut menampilkan perjalanan seorang mualaf dari Australia iaitu Mattew Nelson yang baru pertama kali mengerjakan haji.

Di samping itu, dokumentari tersebut juga akan menyiarkan cara-cara dan langkah terbaik kerajaan Arab Saudi untuk mengelak daripada berlakunya kemalangan ketika para jemaah sedang menunaikan kewajipan mereka.

Sebelum ditayangkan melalui Discovery Channel, Compass Communications memberi peluang kepada 40 pembaca bertuah Utusan Malaysia untuk menyaksikan Revealed: The Hajj di Golden Screen Cinemas (GSC), Mid Valley Megamall, Kuala Lumpur pada 8 Disember ini.

Caranya mudah anda hanya perlu menjawab dua soalan yang disiarkan dan e-melkan jawapan anda sebelum 5 Disember ini kepada prakash@com pass-communications.com.my.

Soalan:

1) Bilakah Revealed: The Hajj akan disiarkan di Discovery Channel?

2) Discovery Channel di Astro di tayangkan di saluran nombor berapa?

http://www.utusan.com.my/utusan/content.asp

?y=2007&dt=1203&pub=Utusan_Malaysia&sec

=Hiburan&pg=hi_05.htm

Sunday, November 18, 2007

Manusia Perlukan Agama Sepanjang Masa

Oleh: MOHD. SHAUKI ABD. MAJID

AGAMA dalam bahasa Arab disebut din. Selain bererti agama, kata din juga bererti yakin dengan “kekuasaan”, “ketundukan”, “kepatuhan”, “balasan”, “peraturan” dan “nasihat”. Agama memang mengandung peraturan dan hukum yang harus dipatuhi manusia. Agama mempunyai kekuasaan yang membuat manusia tunduk dan patuh kepada Tuhan. Orang yang tunduk dan patuh kepada Tuhan akan mendapat balasan baik daripada Tuhan, sementara yang tidak patuh akan mendapat balasan buruk daripada Tuhan.

Meskipun kini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat, manusia tetap memerlukan agama. Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat memberi jawapan atas pertanyaan mengenai makna dan tujuan hidup manusia, yang hanya boleh dijawab oleh agama.

Ini bererti bahawa manusia, meskipun diberi kemampuan akal untuk dapat memikirkan dan mengatur kehidupannya, tidak dapat sepenuhnya mencapai kehidupan yang teratur tanpa adanya peraturan-peraturan agama. Hal ini disebabkan bahawa akal mempunyai keterbatasan tertentu dan tidak mungkin mencapai keseluruhan kebenaran yang ada, sementara peraturan-peraturan agama, kerana diturunkan oleh Allah s.w.t. sebagai pencipta manusia, dapat menunjukkan kebenaran-kebenaran yang hakiki, yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh akal fikiran manusia.

Ketika ini kecenderungan manusia moden untuk kembali kepada agama semakin kuat. Kekhuatiran bahawa agama akan ditinggalkan ternyata tidak terbukti. Agama tetap diperlukan oleh manusia sepanjang masa. Terdapat pelbagai motivasi yang membuat manusia memeluk sesuatu agama. Manusia juga memerlukan penjelasan atas pertanyaan mengenai makna, asal dan tujuan hidup. Jawapan terhadap semua itu hanya dapat diperoleh daripada agama.

Dahulu banyak pemikir yang meramalkan bahawa agama akan rosak kerana sudah tidak diperlukan lagi oleh manusia moden yang telah begitu maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian muncullah orang yang mengingkari adanya Tuhan, yang disebut kaum ateis.

Bagaimanapun, kekhuatiran bahawa agama akan ditinggalkan oleh manusia moden ternyata tidak benar. Sejak beberapa dasawarsa terakhir terjadi kebangkitan agama-agama hampir di seluruh dunia, yang ditandai antara lain dengan semakin meningkatnya kunjungan ke tempat-tempat ibadah, ceramah-ceramah agama dan penerbitan buku-buku agama.

Pandangan seseorang terhadap agama ditentukan oleh pemahamannya terhadap ajaran agama itu sendiri. Ketika pengaruh gereja di Eropah menindas para ilmuwan akibat penemuan mereka yang dianggap bertentangan dengan kitab suci, para ilmuwan akhirnya menjauhi daripada agama bahkan meninggalkannya.

Persoalan yang menjadi topik perbicaraan kita mahu tidak mahu akan terus muncul. Apakah agama masih relevan dengan kehidupan masa kini yang cerminannya sebagaimana digambarkan di atas? Sebelum menjawabnya, perlu terlebih dahulu dijawab: Apakah manusia dapat melepaskan diri daripada agama? Atau adakah alternatif lain yang dapat menggantikannya?

Dalam pandangan Islam, keberagamaan adalah fitrah sesuatu yang melekat pada diri manusia dan terbawa sejak kelahirannya. Oleh kerana agama adalah fitrah atau sesuai dengan jati diri, maka ia pasti dianuti oleh manusia, kalaupun bukan sejak muda, namun menjelang akhir usianya.

Firaun yang derhaka dan merasakan dirinya sebagai Tuhan pun pada akhirnya bertaubat dan ingin beragama tetapi sayang kerana sudah terlambat. Oleh kerana agama adalah fitrah, maka ia tidak boleh dan tidak perlu dipaksakan. Mengapa harus memaksa? Tuhan tidak perlu pada paksaan dan akhirnya pun Dia dan agama-Nya diakui. Bukankah agama itu fitrah?

Ini bererti manusia tidak dapat melepaskan diri daripada agama. Tuhan menciptakan demikian kerana agama merupakan keperluan hidup. Memang manusia dapat menangguhkannya sedemikian lama, barangkali hingga menjelang kematiannya. Tetapi pada akhirnya, sebelum roh meninggalkan jasad, ia akan berasa betapa pentingnya keperluan itu.
Keperluan manusia terhadap air dapat ditangguhkan lebih lama jika dibandingkan dengan keperluan udara. Begitu juga keperluan manusia terhadap makanan jauh lebih singkat dibandingkan dengan keperluan manusia untuk menyalurkan naluri seksual. Demikian juga keperluan manusia terhadap agama dapat ditangguhkan tetapi tidak untuk selama-lamanya.

William James menegaskan bahawa selama manusia masih memiliki naluri cemas, bimbang mengharap, selama itu pula ia beragama (berhubungan dengan Tuhan). Itulah sebabnya mengapa perasaan takut merupakan salah satu dorongan yang terbesar untuk beragama.
Murtadha Muthahhari pula menjelaskan, sebahagian fungsi dan peranan agama dalam kehidupan ini tidak mampu dimainkan oleh ilmu dan teknologi. Jelasnya, ilmu mempercepatkan kita kepada tujuan. Agama menentukan arah yang dituju. Ilmu menyesuaikan manusia dengan lingkungannya dan agama menyesuaikan dengan jati dirinya. Ilmu adalah hiasan lahir dan agama hiasan batinnya. Ilmu memberikan kekuatan dan menerangi jalan, manakala agama memberi harapan dan dorongan bagi jiwa.
Ilmu menjawab pertanyaan yang dimulai dengan bagaimana dan agama menjawab yang dimulai dengan mengapa. Ilmu selalu mengeruhkan fikiran pemiliknya sedangkan agama selalu menenangkan jiwa pemeluknya yang tulus. Bukankah kenyataan hidup masyarakat Barat membuktikan hal tersebut?

Manusia merangkumi akal, jiwa dan jasmani. Akal atau rasional ada wilayahnya. Tidak semua persoalan boleh diselesaikan atau bahkan dihadapi oleh akal. Karya seni tidak dapat dinilai semata-mata oleh akal kerana yang lebih berperanan di sini ialah kalbu.
Dalam hubungannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agama sesungguhnya sangat berperanan, terutama jika manusia tetap ingin menjadi manusia. Ambillah contoh bidang bioteknologi. Ilmu manusia sudah sampai kepada batas yang menjadikannya dapat melakukan (merencana atau melaksanakan) genetik.
Apakah keberhasilan ini akan dilanjutkan sehingga menghasilkan makhluk-makhluk hidup yang dapat menjadi tuan bagi penciptanya sendiri?

Apakah ini baik atau buruk? Yang dapat menjawabnya adalah nilai-nilai agama dan bukan seni bukan pula falsafah. Bahkan segala kecanggihan kajian terbaru akan lebih melahirkan (menampakkan) kekuasaan Allah. Dalam hal ini Allah berfirman yang bermaksud: Akan Kami perlihatkan tanda-tanda (kebesaran ) Kami di ruang angkasa lepas sehingga terbukti bagi mereka bahawasanya Dialah (Tuhan) yang sebenar. (surah Fussilat ayat 53).

Demikian apa yang diluahkan oleh angkasawan pertama negara Dr. Sheikh Muzaphar Shukur apabila pertama kali melihat bumi dari angkasa lepas perkara pertama yang terlintas dalam ingatannya ialah tentang kekaguman terhadap kebesaran Allah Yang Maha Esa.
Jika demikian, maka tidak ada alternatif lain yang dapat menggantikan agama. Mereka yang mengabaikannya terpaksa menciptakan agama baru demi memuaskan jiwanya. Bagaimanapun, jiwa tanpa agama adalah jiwa yang telah mati sebelum berkunjungnya kematian yang sebenar.

- Penulis ialah Pengurus Penyelidik Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim).
http://www.utusan.com.my/utusan/content.asp?y=
2007&dt=1118&pub=Utusan_Malaysia&sec=Rencana&pg=re_07.htm