Friday, February 15, 2008

Oprah Winfrey Show Tonjolkan Kebenaran Islam

Oleh Akmal

Hati saya melambung tinggi penuh dengan suka cita dan kebanggaan sebagai Muslim ketika sebuah grup nasyid melantunkan nada-nada penuh semangat pada acara Musda DPD PKS Kota Bandung yang diselenggarakan di Pusdai, Bandung, Ahad (07/05) lalu.

Sebagian karena memang nasyid itu sangat menggetarkan hati, sebagian lagi karena beberapa jam sebelumnya saya baru saja dibuat terpana dengan salah satu episode talk show paling laris di dunia, yaitu The Oprah Winfrey Show.


Dalam episode yang ditayangkan siang itu, fokus pembicaraan adalah tentang diskriminasi rasialis terhadap umat Islam. Ceritanya, selama 30 hari penuh, seorang lelaki dari AS yang apriori terhadap Islam diajak tinggal bersama sebuah keluarga Muslim dan bahkan disuruh ‘menyamar’ sebagai seorang Muslim, lengkap dengan janggut dan pakaian gamis panjang seperti yang dipakai oleh orang-orang Arab. Salah satu misinya adalah mengenali kehidupan seorang Muslim yang sebenarnya dan merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim yang sering menerima diskriminasi oleh orang lain di AS.


Singkat kata, ia merasakan betul bagaimana pahitnya menjadi seorang Muslim yang dicurigai hanya lantaran janggut dan baju gamis, padahal semua tuduhan itu sama sekali tanpa bukti. Ia telah berkeliling kota dengan penampilan seperti itu, dan respon instan yang diberikan orang-orang terhadapnya sangat menyakitkan.

Bahkan sebagian besar warga AS yang diajaknya bicara secara terang-terangan menolak untuk tidak mendiskriminasikan umat Islam karena mereka yakin betul bahwa semua Muslim adalah teroris.


Di sisi lain, 30 hari yang dihabiskannya bersama sebuah keluarga Muslim benar-benar menunjukkan sebaliknya. Ia merasa bahwa keluarga itu sangat harmonis, dan meskipun banyak kebiasaan yang tidak dipahaminya, namun ia mengakui bahwa banyak masalah bisa terpecahkan dengan ajaran Islam.


Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika lelaki itu duduk dan mengobrol bersama istri sang tuan rumah berdua di sebuah ruangan.

Kemudian sang tuan rumah datang dan mengatakan bahwa dalam Islam dijelaskan bahwa ketika dua orang lawan jenis yang bukan muhrim dan bukan suami istri berada dalam satu ruangan, maka akan ada pihak ketiga bersama mereka, yaitu syetan.

Hal pertama yang dipikirkan oleh sang lelaki non-Muslim tersebut adalah bahwa prinsip ini benar-benar gila. Tapi di hadapan Oprah dan semua penonton di studio saat itu, akhirnya ia mengakui bahwa prinsip hubungan antar lawan jenis dalam Islam seperti demikian itu sepertinya benar-benar bisa mengakhiri banyak masalah yang terjadi dalam pergaulan di AS yang serba bebas.

Pencabulan, perzinaan, penyimpangan seksual, perselingkuhan, sampai penyebaran HIV / AIDS pun bisa dicegah dengan cara ini, lebih efektif daripada cara apa pun.


…dan saya pun terpana dengan mulut terbuka lebar mendengar pengakuannya.
Saya tidak pernah menyangka seorang non-Muslim akan dengan begitu beraninya mengakui kebenaran Islam di hadapan begitu banyak kamera televisi.

Dan walaupun saya mengakui keberanian Oprah dalam mengangkat tema-tema yang kontroversial, saya tetap terpana melihat bagaimana ia berani menggiring acara talk show tersebut dengan cara yang amat objektif.
Maka sekarang jelaslah tugas kita semua.

Anda bisa melihat sendiri betapa buruknya citra Islam di mata banyak orang. Oprah telah membuka jalan bagi syiar Islam, yaitu dengan membuktikan bahwa keteladanan akan menghancurkan semua asumsi yang salah.

Kalau mereka tidak mau percaya pada kata-kata, maka buktikanlah dengan perbuatan! Buktikanlah bahwa umat Islam bukan teroris! Kita harus membuktikan bahwa kita adalah sebenar-benarnya umat terbaik (khairu ummah) yang mampu memberikan solusi bagi seisi bumi. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi beban.


Dan kita memang mampu memberikan solusi, asalkan kita terus berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Tidak ada petunjuk yang lebih jernih daripada keduanya. Sesungguhnya kebenaran adalah kebenaran. Tidak peduli ras mana pun, bangsa apa pun, atau bagaimana pun keadaannya, kebenaran akan selalu diterima sebagai kebenaran. Kalau mereka menolak, mungkin karena mereka belum melihat buktinya.


Tugas kita sekarang adalah memberi pembuktian!

wassalaamu’alaikum wr. wb.


sumber

Penemuan Meteorologi dalam Al Quran


Oleh Mariam Rashid

 Tatkala Rasulullah SAW mengorak langkah untuk menyebarkan dakwah secara terbuka, orang-orang musyrikin Quraisy menuduh baginda yang mencipta ayat-ayat Al-Quran. Jika difikirkan secara logik, Rasulullah SAW adalah seorang yang buta huruf.

Tambahan pula, sepanjang hayat baginda menetap di jazirah Arab yang mengalami purata hujan tahunan yang amat rendah. Bagaimanakah baginda tahu-menahu tentang gumpalan awan seperti gunung serta pembentukan ketulan ais akibat proses pengumpulan awan?

Sudah tentu terdapat ‘penyampai’ yang menitip maklumat kepada Rasulullah SAW perihal suasana di atmosfera dan cakerawala. ‘Penyampai’ yang dimaksudkan adalah malaikat Jibrail yang mula membawa wahyu, tanggal 6 Ogos (17 Ramadan) tahun 610 Masihi.

Ini membuktikan bahawa Al-Quran bukanlah suatu kitab ketinggalan zaman yang perlu diubah mengikut perkembangan semasa kerana pelbagai bidang sains seperti astronomi, kosmologi, oseanografi mahupun zoologi sudah pun termaktub di dalamnya.

Saintis Barat seperti Luke Howard, Francis Beaufort, Cleveland Abbe dan Vilhelm Bjerknes terkial-kial membuat kajian tentang meteorologi sejak 300 tahun lepas, ilmu tersebut sudah pun termaktub dalam Al- Quran sejak 1400 tahun dahulu.

Meteorologi merupakan kajian saintifik tentang atmosfera dan pelbagai proses yang berlaku di dalamnya. Apabila disebut meteorologi, sudah pasti masih ramai yang tidak tahu maksud istilah tersebut berbanding “ramalan cuaca”.

Setelah kajian dilaksanakan oleh stesen kaji cuaca dengan bantuan satelit dan beberapa perkakasan canggih, barulah ramalan cuaca dikeluarkan. Berapakah peratus daripada penonton televisyen yang memberi perhatian terhadap segmen ramalan cuaca yang disiarkan di dalam rancangan televisyen atau radio setiap hari?

Di Malaysia, meteorologi tidak begitu menonjol jika dibandingkan dengan cabang ilmu sains yang lain. Hakikatnya, bertitik tolak dari meteorologi, ia menghasilkan pelbagai kajian sains seperti climatology (kajian tentang iklim), hidrologi, strata vegetasi, botani, zoologi dan biogeografi.

Allah SWT telah mencipta air yang berupaya wujud dalam tiga fasa pada masa yang sama iaitu pepejal, cecair dan gas. Ciri unik ini menghasilkan pelbagai bentuk kehidupan di eko sistem daratan mahupun akuatik. Selain daripada air, parameter seperti keamatan cahaya, suhu, arah pergerakan angin, radiasi elektro magnetik dan tekanan udara turut diambil kira.

Tahukah anda bahawa terdapat beberapa ayat Quran yang memberi gambaran tentang meteorologi? Rujuklah kepada : Surah Al Araaf (7: 57), An Nahl (16: 65), Al Mukminun (23: 18), An-Nur (24: 43), Al Furqaan (25: 48-50), Ar Rum (30: 48), As-Sajdah (32: 27), Fushshilat (41: 39) dan Al Mulk (67: 30).
Kesemua ayat-ayat tersebut adalah di bawah kategori ayat Makiyah kecuali An-Nur (24: 43) merupakan ayat Madaniyah. Surah Ar Rum (30: 48) yang membawa maksud: “Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun pada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.”

Jika diteliti ayat di atas, terdapat beberapa proses yang berlaku di dalam atmosfera sebelum hujan turun: Awan Bergerak (Dengan Bantuan Angin) --> Awan Membentang --> Awan Bergumpal --> Hujan Turun.

Surah An-Nur (24: 43) yang membawa maksud: Tidakkah kamu melihat bahawa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bahagian-bahagian)nya, kemudian menjadikan bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah juga menurunkan (butiran-butiran) ais dari langit, iaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya butiran ais kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan dari sesiapa yang dikehendaki-Nya.

Terdapat sedikit perbezaan di antara ayat pertama dan kedua, diringkaskan seperti berikut: Awan Bergerak --> Awan Berkumpul--> Awan Bergumpal/bertindih --> Hujan/butiran Ais Turun.
Surah Ar-Rum (30: 48) menggambarkan tentang klasifikasi awan manakala An-Nur (24: 43) menerangkan tentang proses kerpasan (precipitation).

Ahli-ahli meteorologi telah merumuskan bahawa awan terbahagi kepada dua kategori:
i) Awan membentang: sirus, sirokumulus, altokumulus, altostratus, stratus dan stratokumulus
ii) Awan bergumpal: kumulonimbus, kumulus dan nimbostratus

Awan kumulus tidak bertahan lama. Apabila angin kuat yang mengandungi udara lembap bergerak ke atas, ia akan membentuk awan kumulonimbus yang membawa hujan lebat, petir dan guruh. Awan jenis ini kadangkala mempunyai bahagian atas dan bawah yang leper.

Jika angin bertiup kencang, bahagian atas akan membentuk satu lapisan awan yang dikenali sebagai stratokumulus.Awan stratus terbentuk apabila satu lapisan udara disejukkan pada titik tepu. Selain daripada kumulonimbus, nimbostratus turut ditakuti oleh manusia kerana membawa hujan bagi jangkamasa yang lama. Lantaran itu, ia menyebabkan tanah runtuh, jalan raya merekah serta banjir yang lambat surut.

Kerpasan berlaku ketika titisan air atau hablur ais menjadi cukup berat dalam gumpalan awan dan udara tidak berdaya lagi untuk menghalangnya daripada jatuh ke bumi. Fenomena ini boleh diklasifikasikan kepada dua kategori:
i) bentuk cecair: hujan dan gerimis
ii) hablur ais: salji, hujan beku (freezing rain), untal ais (ice pellets) dan hujan batu (hail)
Hujan beku adalah air hujan yang akan membeku apabila jatuh ke bumi manakala hujan batu terdiri daripada ketulan ais yang mungkin mencapai saiz bola golf. Yang pasti kedua-dua jenis hujan ini membawa kemusnahan kepada tanaman ladang, menumbangkan pokok, merosakkan pencawang elektrik serta bumbung rumah.
Firman Allah SWT dalam Surah Al Mukminun (23: 18): Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami benar berkuasa menghilangkannya.

Ada pihak yang merujuk istilah ‘suatu ukuran’ atau ‘biqadarin’ (Bahasa Arab) kepada air yang meliputi kira-kira 71% daripada permukaan bumi. Tafsiran itu tidak salah dan boleh diterima tetapi ‘biqadarin’ perlu dilihat dari sudut lain iaitu:

1. Saiz (diameter) titisan air hujan dan hablur ais yang turun akibat kerpasan

- Gerimis adalah titisan air yang berdiameter 0.2-0.5 mm, berasal dari awan stratus. Kedudukan stratus yang rendah membatasi titisan air daripada membesar akibat proses perlanggaran sesama sendiri.

- Titisan air hujan berasal dari nimbostratus berukuran berdiameter 1-2 mm sementara titisan dari kumulonimbus berdiameter 3-6 mm.

- Untal ais adalah partikel berwarna putih dalam bentuk kon atau sfera, berdiameter 1-5 mm. Ia terbentuk apabila itisan air dalam awan berada pada suhu -10C (14F) hingga -20C (-4F).

- Hujan batu (hail) terbentuk ketika hujan lebat, diikuti dengan angin kencang. Proses perolakan angin menolak butiran ais ke arah atas, kembali ke lapisan atas dan tengah awan kumulonimbus. Butiran ais menjadi besar setelah bergabung dengan titisan air.

2. Ukuran purata air hujan yang turun di pelbagai tempat
- Di Lembah Amazon dan Lembah Congo, purata hujan tahunan adalah melebihi 250 sm. Di Pulau Madagascar dan Gunung Kilimanjaro, purata hujan tahunan adalah di antara 50 - 100 sm manakala di Gurun Gobi dan Gurun Great Victoria, purata hujan tahunan hanya mencecah 25sm.

Dengan wujudnya pelbagai purata hujan tahunan serata dunia, maka terbentuklah tujuh kumpulan iklim: Tropika Lembap, Kering, Subtropika, Temperat, Boreal, Kutub dan Tanah Tinggi.

Firman Allah dalam Surah as-Sajdah (32: 27): “Dan apakah mereka tidak memerhatikan bahawa Kami menghalau awan yang mengandungi air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu dengan tanaman yang menjadi sumber makanan binatang ternakan dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memerhatikan?”

Ayat di atas menggambarkan satu rantai makanan (food chain) yang ringkas: Air Hujan --> Tumbuh-tumbuhan
(Autotrof) --> Haiwan (Heterotrof)

Autotrof atau pengeluar, membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Haiwan tidak boleh menjadi autotrof kerana ia tidak boleh membuat makanan sendiri. Heterotrof yang terdiri daripada herbivor, karnivor dan omnivor memerlukan autotrof untuk meneruskan kelangsungan hidup.

Semakin tinggi purata hujan tahunan bagi suatu kawasan, maka rantai makanan menjadi lebih kompleks. Dua jenis biogeografi dipilih sebagai perbandingan:

(a) Hutan Amazon dan Kalimantan: berhampiran dengan garis Khatulistiwa (hutan hujan tropika).

Kawasan ini mendapat cahaya matahari sepanjang tahun dan purata hujan tahunan melebihi 250 sm. Oleh itu, kepelbagaian spesies flora dan fauna adalah tinggi, rantai makanan menjadi lebih kompleks, berubah menjadi jaringan makanan. Lebih banyak kitaran biogeokimia berlaku untuk memberi keseimbangan gas dan nutrient, antara organisma dan persekitaran. Misalnya kitaran karbon, kitaran nitrogen, fosforus dan sulfur.

(b) Siberia dan Alaska: berhampiran dengan Kutub Utara (tundra).

Kawasan ini pula memperoleh cahaya matahari enam bulan sekali dan purata hujan tahunan kurang daripada 25 sm. Lantaran itu, kepelbagaian spesies flora dan fauna adalah rendah, rantai makanan adalah ringkas. Semasa musim panas dan lapisan air mencair, beberapa spesies bunga-bunga kecil, rumput dan herba akan kelihatan.

Apa yang jelas, Quran bukannya diturunkan untuk satu umat atau satu abad, tetapi untuk seluruh umat manusia sehingga hari Kiamat kelak. Bagi sesetengah pihak yang menuduh kandungan Quran tidak sesuai diamalkan pada zaman sekarang adalah mereka yang tidak mengkaji Quran secara menyeluruh. Golongan pemikiran cetek dan dangkal ini hanya mengkaji dan mentafsir ayat-ayat yang tertentu sahaja.

- Oleh Mariam Rashid -

sumber

Kursus Imam-imam Dari Negara China di Malaysia

UNIVERSITI Sains Islam Malaysia (USIM) meraikan seramai 30 imam muda dari negara China pada satu majlis penutup Kursus Imam Muda Negara China, baru-baru ini.

Kursus yang telah berlangsung selama sebulan ini bermula dari 12 Oktober hingga 17 November 2007. Para peserta berasal dari beberapa daerah di China iaitu Gansu, Qinghai, Henan, Yunnan, Sichuan dan lain-lain.

Sepanjang kursus tersebut, mereka bukan sahaja didedahkan dengan ilmu-ilmu teori tetapi pada setiap Sabtu dan Ahad, para peserta akan mengadakan aktiviti luar yang dianjurkan oleh pihak Persatuan Cina Muslim Malaysia atau (MACMA).

Pada tahun lepas, USIM telah berjaya menganjurkan kursus selama sebulan untuk imam-imam muda negara China juga seramai 30 orang. Penganjuran kali kedua ini membuktikan komitmen USIM dalam memberi sumbangan kepada umat Islam di seluruh dunia.

USIM merupakan salah sebuah Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA) yang dipilih untuk kursus ini memandangkan USIM sebagai sebuah IPTA Islam di Malaysia yang dilihat mampu memberikan kursus yang amat berkesan. Apatah lagi, pengajaran dan pembelajaran di USIM yang menggunakan medium bahasa Arab dan Inggeris dilihat amat penting untuk dikongsi bersama dengan peserta-peserta kursus.

Malah dengan kerjasama dari MACMA, maka kursus latihan untuk imam-imam muda negara China diadakan di Malaysia selama 6 bulan di beberapa buah IPT lain iaitu; Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), Universiti Darul Iman (UDM), Kolej Insaniyyah dan Kolej Teknologi Islam Melaka.

Kursus ini diadakan untuk melahirkan golongan imam dari China yang mampu menguasai bahasa Arab dan ilmu-ilmu Islam dengan baik. Di samping itu, dapat melahirkan golongan imam yang berketerampilan dan berdaya saing serta mampu menyelesaikan permasalahan semasa yang berlaku di kalangan masyarakat.

sumber

Selawat Syifa

Quran & Terjemahan Dalam Bahasa Tamil & Mandarin

PUTRAJAYA: Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) akan menerbitkan Tafsir Pimpinan Ar-Rahman versi bahasa Mandarin dan Tamil dalam tempoh dua tahun lagi.

Ketua Pengarahnya, Datuk Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, berkata proses terjemahan versi bahasa Mandarin dimulakan sejak September lalu, manakala versi bahasa Tamil akan dimulakan tidak lama lagi.

“Jakim berharap penerbitan kitab versi bahasa Mandarin dan Tamil ini dapat membantu umat Islam yang tidak mahir berbahasa Inggeris dan Melayu untuk memahami makna al-Quran seperti dikehendaki ajaran Islam,” katanya pada sidang media selepas majlis pelancaran versi bahasa Inggeris, Tafsir Ar-Rahman-Interpretation Of The Meaning Of The Quran dan buku terbaru terbitan Jakim di sini, semalam.


Pelancaran kitab itu disempurnakan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Dr Abdullah Md Zin.

Mengenai versi bahasa Inggeris kitab Tafsir Ar-Rahman, Wan Mohamad berkata, ia akan diedarkan ke seluruh dunia khususnya negara Pertubuhan Persidangan Islam (OIC), Eropah, benua Amerika dan negara mempunyai penduduk beragama Islam.

Katanya, kitab setebal 1,317 muka surat itu juga digunakan dalam mata pelajaran pendidikan Islam di sekolah, pengajian ta’mir di masjid serta surau di seluruh negara.

“Cetakan pertama sebanyak 1,000 naskhah boleh didapati di ibu pejabat Jakim di Putrajaya dan kedai buku dilantik,” katanya.

Kitab itu diterbitkan dengan kerjasama Institut Terjemahan Negara Malaysia (ITNM) dan diedarkan Syarikat Darul Fikir Sdn Bhd (Darul Fikir).

Usaha menerbitkan kitab versi bahasa Inggeris itu dimulakan sejak 1998 berikutan sambutan menggalakkan terhadap kitab versi jawi dan bahasa Melayu yang ditulis ulama dan penulis terkenal, Sheikh Abdullah Mohd Basmeih.

sumber

USIA anjur program khusus untuk saudara baru

MENYEDARI tugas dakwah adalah tanggungjawab semua Pertubuhan Islam Seluruh Sabah (USIA) mengambil inisiatif melaksanakan kelas bimbingan khusus untuk saudara baru di seluruh negeri itu menjelang pertengahan Februari ini.

Ia meliputi kelas al-Quran, fardu ain dan fardu kifayah yang akan dimulakan di daerah Papar, kira-kira 60 kilometer dari Kota Kinabalu.

Naib Yang Dipertua USIA, Datuk Nasir Sakaran berkata, kelas itu bertujuan membantu meningkatkan kefahaman saudara baru tentang Islam.

“Pada masa yang sama, kelas itu turut dibuka kepada semua umat Islam yang mahu menimba ilmu,” katanya.

Beliau berkata demikian semasa merasmikan Seminar Belia Berwawasan anjuran USIA pusat di Semporna, Sabah, baru-baru ini. Nasir yang juga Menteri di Jabatan Ketua Menteri Sabah menegaskan, adalah penting bagi umat Islam menjadikan pembelajaran sepanjang hayat sebagai budaya hidup.

Ini kerana, dengan ilmu yang dimiliki, umat Islam mampu memberi sumbangan besar kepada kesejahteraan umat serta merealisasikan hasrat menjadi negara maju seperti yang terkandung dalam Wawasan 2020.

“Bagi mencapai matlamat itu umat Islam perlu melipatganda usaha melengkapkan diri dengan pelbagai ilmu termasuk ilmu agama, sains, perubatan, teknologi angkasa dan menguasai ilmu teknologi maklumat (IT),” jelasnya.

Hadir sama ialah Pegawai Daerah Semporna, A.M. Ibnu A.K. Baba, Setiausaha Agung USIA Pusat, Abdullah Hussin, Ketua Belia USIA Negeri, Datuk Sairin Karno dan Ketua Bahagian USIA Semporna, Datuk Sapari Amir.

Seminar sehari itu disertai lebih 300 orang belia dan beliawanis terdiri daripada pelajar-pelajar sekolah menengah seluruh daerah Semporna.

Nasir menambah, selama ini USIA berusaha gigih melaksanakan pelbagai program dakwah dengan memberikan penekanan memberi kefahaman tentang Islam khasnya kepada saudara-saudara baru.

Katanya, pelbagai seminar dan siri lawatan dilaksanakan di daerah tumpuan di seluruh Sabah dengan matlamat menyampaikan ajaran Islam yang syumul kepada ummah.

“USIA juga sedang giat menjalankan gerakan dakwah lebih sistematik dan berkesan dengan memberi tumpuan kepada isu-isu yang boleh merapatkan hubungan dan perpaduan di kalangan rakyat pelbagai kaum di negara ini khususnya di Sabah,” jelas beliau.

Thursday, February 14, 2008

Mimpi pelik mendorong Dapi mendekati Islam


Rapi @ Napi Bata Abdullah.


LELAKI Orang Asli suku Temuan dari Perkampungan Orang Asli Tun Abdul Razak, Kuala Kubu Baru, Hulu Selangor ini tidak pernah menyangka pada usianya mencecah 40 tahun dia akan bergelar Muslim.

Apatah lagi, isteri, anak-anak serta ibu bapa dan empat adik-beradiknya masih setia dengan kepercayaan nenek moyang mereka.

Pun begitu, Rapi @ Napi Bata Abdullah reda dan penuh keikhlasan menerima Islam secara rasminya iaitu pada 1 April 2005 di Pejabat Agama Islam Hulu Selangor, Kuala Kubu Baru.

Pada hari bersejarah itu, kehadiran Orang Besar Maha Berjaya daerah Hulu Selangor, Datuk Aman Shah turut dihargai Napi.

Selang tiga bulan selepas Napi mengucap dua kalimah syahadah, isterinya, Yatie Abdullah, 37, mengikut langkah Napi bergelar Muslim yang juga disertai anak bongsu mereka, Norzariah, 10 tahun.

seterusnya

Mengenal Islam

Syari’ah Islam bertujuan untuk mewujudkan hal-hal berikut :

1. Memperkenalkan manusia dengan Tuhan dan Pencipta mereka , melalui nama-nama-Nya yang mulia dan sifat-sifat-Nya yang agung , serta perbuatan-perbuatanNya yang sempurna .

2. Menyeru manusia untuk beribadah hanya kepada Allah , tidak ada sekutu bagi-Nya , dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya , yang merupakan kemashlahatan bagi mereka didunia dan akhirat .

3. Mengingatkan mereka akan keadaan dan tempat kembali mereka setelah mati, dan apa yang akan mereka hadapi didalam kubur , serta ketika dibangkitkan dan dihisab . Kemudian tempat kembali mereka surga atau neraka .

Dan hal-hal yang diseru oleh Islam dapat kita simpulkan dalam point-point berikut :

Pertama : ’aqidah

Yaitu : meyakini rukun-rukun iman yang enam :

1- Beriman kepada Allah , diwujudkan dengan hal-hal berikut :

One.Beriman pada rububiyyah Allah Ta’ala , artinya : bahwasanya Allah adalah Tuhan , Pencipta , Pemilik , Pengatur segala urusan .

Two.Beriman pada uluhiyyah Allah Ta’ala , artinya : bahwasanya Allah Ta’ala sajalah Tuhan yang berhak disembah , dan semua sesembahan selain-Nya adalah batil .

Three.Beriman pada nama-nama dan sifat-sifat-Nya , artinya : bahwasanya Allah Ta’ala memiliki nama-nama yang mulia , dan sifat-sifat yang sempurna serta agung sesuai dengan yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam .

2- Beriman kepada para Malaikat :

Malaikat adalah hamba-hamba yang mulia . Mereka diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya , serta tunduk dan patuh menta’ati-Nya . Allah telah membebankan kepada mereka berbagai tugas . Diantara mereka adalah Jibril ; ditugaskan menurunkankan wahyu dari sisi Allah kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang dikehendaki-Nya .

Ada Mikail yang ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan . Ada pula Israfil yang bertugas meniupkan sangsakala dihari terjadinya kiamat . Dan ada juga Malaikat Maut , bertugas mencabut nyawa ketika ajal telah tiba .

3- Beriman kepada Kitab-kitab :

Allah - Yang maha agung dan mulia - telah menurunkan kepada para rasul-Nya kitab-kitab , mengandung petunjuk dan kebaikan . Yang kita ketahui diantara kitab-kitab ini adalah :

One.Taurat , diturunkan Allah kepada Nabi Musa ’alaihis salam , ia merupakan kitab Bani Israil yang paling agung .

Two.Injil , diturunkan Allah kepada Nabi Isa ’alaihis salam .

Three.Zabur , diturunkan Allah kepada Daud ’alaihis salam .

Four.Shuhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa ’alaihimas salam .

Five.Al Qur’an yang agung , diturunkan Allah Ta’ala kepada nabi-Nya Muhammad , penutup para nabi . Dengannya Allah telah menasakh (menghapus) semua kitab sebelumnya . Dan Allah telah menjamin untuk memelihara dan menjaganya ; karena ia akan tetap menjadi hujjah atas semua makhluk , sampai hari kiamat .

4- Beriman kepada para rasul :

Allah telah mengutus para rasul kepada makhlukNya . Rasul pertama adalah Nuh dan yang terakhir adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Dan semua rasul itu adalah manusia biasa , tidak memiliki sedikitpun sifat-sifat ketuhanan . Mereka adalah hamba-hamba Allah , yang telah dimuliakan dengan kerasulan . Dan Allah telah mengakhiri semua syari’at dengan syari’at Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Beliau diutus untuk seluruh manusia . Maka tidak ada lagi nabi sesudahnya .

5- Beriman kepada hari akhirat :

Yaitu hari kiamat , tidak ada hari lagi setelahnya , Ketika Allah membangkitkan manusia dalam keadaan hidup untuk kekal ditempat yang penuh kenikmatan atau di tempat siksaan yang amat pedih. Beriman kepada Hari Akhir meliputi beriman kepada semua yang akan terjadi setelah mati , yaitu : ujian kubur , kenikmatan dan siksaannya , serta apa yang akan terjadi setelah itu , seperti kebangkitan dan hisab , kemudian surga atau neraka .

6- Beriman kepada Qodar (Takdir) :

Qodar artinya : beriman bahwasanya Allah telah mentaqdirkan semua yang ada dan menciptakan seluruh makhluk sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu , dan menurut kebijaksanaanNya . Maka segala sesuatu telah diketahui oleh Allah , serta telah pula tertulis disisiNya , dan Dialah yang telah menghendaki dan menciptakannya .

Kedua : rukun-rukun Islam :

Islam dibangun diatas lima rukun . Seseorang tidak akan menjadi muslim yang sebenarnya hingga dia mengimani dan melaksanakannya, yaitu :

Rukun pertama : Syahadat (bersaksi) bahwa , tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah , dan bahwasanya Muhammad itu adalah Rasulullah . Syahadat ini merupakan kunci Islam dan pondasi bangunannya .

Makna syahadat la ilaha illallah ialah : tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah saja , Dialah ilah yang hak , sedangkan ilah selainnya adalah batil . Dan ilah itu artinya : Yang disembah .

Dan makna syahadat : bahwasanya Muhammad itu adalah rasulullah ialah : membenarkan semua apa yang diberitakannya , dan menta’ati semua perintahnya serta menjauhi semua yang dilarang dan dicegahnya .

Rukun kedua : Shalat :

Yaitu lima shalat setiap hari , Allah syari’atkan sebagai hubungan antara seorang muslim dengan Tuhannya . Didalamnya dia bermunajat dan berdo’a kepada-Nya , disamping agar menjadi pencegah bagi muslim dari perbuatan keji dan munkar .

Dan Allah telah menyiapkan bagi yang menunaikannya kebaikan dalam agama dan kemantapan iman serta ganjaran , baik yang cepat maupun lambat . Maka dengan demikian seorang hamba akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kenyamanan raga yang akan membuatnya bahagia didunia dan akhirat .

Rukun yang ketiga : Zakat

Yaitu sedekah yang dibayar oleh orang yang memiliki harta sampai nisab (kadar tertentu) setiap tahun , kepada yang berhak menerimanya seperti orang-orang fakir dan lainnya diantara yang boleh dibayarkan zakat kepada mereka . Dan zakat itu tidak diwajibkan atas orang fakir yang tidak memiliki nisab , tapi hanya diwajibkan atas orang-orang kaya untuk menyempurnakan agama dan islam mereka , meningkatkan kondisi dan akhlak mereka , menolak segala bala dari mereka dan harta mereka , mensucikan mereka dari dosa , disamping sebagai bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan dan fakir diantara mereka , serta untuk memenuhi kebutuhan umum mereka , sementara ia (zakat) hanyalah merupakan bagian kecil sekali dari jumlah harta dan rizki yang diberikan Allah kepada mereka .

Rukun yang keempat : Puasa

Yaitu selama satu bulan saja setiap tahun , pada bulan Ramadhan yang mulia , yakni bulan kesembilan dari bulan-bulan Hijriah . Kaum muslimin secara keseluruhan serempak meninggalkan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka ; makan , minum dan jima’ , disiang hari ; mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari . Dan semua itu akan diganti oleh Allah bagi mereka - berkat karunia dan kemurahannya - dengan penyempurnaan agama dan iman mereka , serta peningkatan kesempurnaan diri mereka , dan banyak lagi ganjaran dan kebaikan lainnya baik didunia maupun diakhirat yang telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa .

Rukun yang kelima : Haji

Yaitu menuju Masjidil haram (di Mekkah) untuk melakukan ibadah tertentu . Allah mewajibkannya atas orang yang mampu sekali seumur hidup . Pada waktu itu kaum muslimin dari segala penjuru berkumpul ditempat yang paling mulia dimuka bumi ini , menyembah Tuhan Yang Satu , memakai pakaian yang sama , tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin , antara sikaya dan sifakir , dan antara yang berkulit putih dan berkulit hitam . Mereka semua melaksanakan bentuk-bentuk ibadah tertentu , yang terpenting diantaranya adalah : Wukuf dipadang Arafah , thawaf diKa’bah yang mulia kiblatnya kaum muslimin , dan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah .

Dan didalam pelaksanan haji itu terdapat manfaat-manfaat yang tidak terhingga banyaknya , baik dari segi agama maupun dunia .

Ketiga :

Selanjutnya , Islam juga telah mengatur kehidupan pemeluknya secara individu dan kelompok , dengan konsep yang menjamin kebahagiaan hidup mereka dunia dan akhirat . Islam membolehkan bahkan mendorong mereka untuk nikah , dan sebaliknya mengharamkan (melarang) perbuatan zina , sodomi , dan segala bentuk prilaku kotor lainnya . Ia mewajibkan menjalin hubungan antar kerabat , mengasihi orang-orang fakir dan miskin serta menyantuni mereka , sebagaimana Islam juga mewajibkan dan mendorong untuk berakhlak mulia , serta mengharamkan dan melarang segala bentuk moral yang hina . Islam membolehkan bagi mereka usaha yang baik melalui perdagangan , persewaan dan semacamnya , serta mengharamkan praktek riba , segala bentuk perdagangan yang terlarang , dan semua yang mengandung unsur penipuan atau pengelabuan .

Sebagaimana Islam juga memperhatikan perbedaan manusia dalam konsisten terhadap ajarannya dan memelihara hak-hak orang lain , untuk itu ditetapkan sanksi-sanksi yang mencegah untuk terjadinya berbagai pelanggaran terhadap hak-hak Allah seperti murtad , berzina , meminum khamar dan semacamnya , begitu juga ditetapkan sanksi-sanksi yang mencegah akan terjadinya pelanggaran terhadap hak-hak sesama manusia , seperti membunuh , mencuri , menuduh orang lain berbuat zina , atau menganiaya dengan memukul atau menyakiti . Sanksi-sanksi tersebut sangat sesuai dengan bentuk kejahatannya tanpa ada berlebih-lebihan .

Sebagaimana Islam juga telah mengatur dan memberi batasan terhadap hubungan antara rakyat dan penguasa , dengan mewajibkan rakyat untuk ta’at selama bukan dalam maksiat kepada Allah , dan mengharamkan kepada mereka memberontak atau menentang , karena bisa menimbulkan kerusakan-kerusakan secara umum atau khusus .

Sebagai penutup , dapat kita katakan bahwa , Islam telah merangkum ajaran yang membangun dan menciptakan hubungan yang benar dan amalan yang tepat antara hamba dan Tuhannya , dan antara seseorang dengan masyarakatnya dalam segala urusan . Maka tak satupun kebaikan , baik itu disegi akhlak maupun mu’amalat , melainkan Islam telah membimbing dan mendorong ummat untuk melaksanakannya, dan sebaliknya tak satupun keburukan dalam hal akhlak ataupun mu’amalat melainkan Islam telah mencegah dan melarang ummat untuk melakukannya . Ini semua membuktikan kesempurnaan dan keindahan agama ini , dalam seluruh sisi dan bagiannya .

Segala puji bagi Allah , Tuhan semesta alam .

Keajaiban Pernafasan (Video Harun Yahya)

Wednesday, February 6, 2008

Penciptaan Alam Semesta

Arkib Disember 2007 & Januari 2008

JANUARI 2008

DISEMBER 2007

Alam Semesta Yang Indah

Al Quran Yang Sempurna

"Seorang pemuda telah tersesat ke suatu kawasan yang sungguh cantik. Dia teruja dengan keindahan taman ibarat syurga. Burung-burung yang berkicauan, pohon-pohon hijau yang mendamaikan, buah-buahan bergantungan, ada pula aliran sungai kecil yang jernih dan menyejukkan pemandangan.

Lelaki itu semakin terpegun melihat di hadapannya tersergam istana dan mahligai indah yang tidak terperi dengan kata-kata. Dek terlalu kagum, tanpa disedari...kakinya melangkah dan membuka pintu lalu masuk ke dalam.

Kehairan dan kekaguman bertambah dan bertambah, dirinya ibarat berada di dalam syurga. Tiang2, tangga, karpet, dinding, hiasan, almari, meja, kerusi, aroma nya... semua itu mencengangkan jiwa pemuda. Dia mencari-cari siapa pemilik dan bagaimana bisa ada keupayaan yang luar biasa menjadikan istana serba indah itu. Di matanya, serba-serbi tidak ada kekurangan. Semuanya rapi dan kena.

Si pemuda terus berjalan membiarkan dirinya menikmati segala keindahan dan kemewahan yang terdapat dalam mahligai serba indah itu. Dari satu tingkat, ke tingkat yang lain. Dari satu ruang ke ruang yang lain. Anehnya dia tidak bertemu sesiapa.

Tiba-tiba, si pemuda ternampak sebuah buku besar. Lebih besar dari dirinya. Dia membuka dengan berhati-hati setiap helaian. Rupanya dalam buku itu terkandung rahsia setiap perkara di dalam dan di luar mahligai itu. Satu halaman hanya menceritakan bagaimana pembikinan dan bahan-bahan yang terkandung dalam tiang-tiang, batu-batu indah dan sebagainya. Begitulah di halaman yang lain, pemuda membaca dan meneliti gambarajah penciptaan dan manual setiap perkara. Kesenian tangga, ukiran, hiasan, wanginnya semua diceritakan dengan terperinci. Bahan-bahan yang digunakan batu yang bagaimana, ukiran yang seunik apa, diimport dari mana dan bermacam-macam lagi.

Si pemuda menjerit gembira. Rupanya buku inilah punca tersergamnya mahligai indah ini. Dia sudah menemui jawapannya. Buku itulah segala-galanya."


Saya memulakan kelas semalam untuk 13 pelajar Kristian Roman Catholic dan Kristian SIB (Sidang Injil Borneo) dengan kisah di atas. Kelas sunyi dan sepi, tidak seperti biasa.

Setelah masing-masing memberi kesimpulan mereka dari apa yang mereka faham, saya pun bercerita. Sesungguhnya kisah ini saya petik dari Rasail Nur oleh Bediuzzaman Said Nursi.

Iktibar dari Kisah

Inilah sebenarnya kekeliruan yang dihadapi oleh pemikiran Sains dan ilmu tanpa Tuhan. Kisah ini sengaja saya kaitkan kerana semalam kami membincangkan teori evolusi (Charles Darwin) dan Teori Big Bang.

Lelaki yang bodoh itu, terus menyandarkan segala yang tersergam di depan mata kepada sebuah buku besar yang ditemui. Kononnya buku itulah punca segala-galanya. Sesungguhnya mahligai agung itu diibaratkan kepada alam semesta ini. Manusia teruja dan tercengang dengan kehebatan alam yang indah berwarna-warni. Manusia kagum dengan segala susun atur dan architecture nya, segalanya rapi dan tepat.

Buku besar itu umpama ilmu yang ditemui oleh manusia. Para saintis seperti Darwin, menemui teori evolusi. Teori evolusi adalah punca segala-galanya. Tidak ada yang mutlak. "Everything is subject to change", Segala-galanya berubah kepada yang lebih baik. Teori "Big bang" juga... big bang juga segala-galanya... Punca kejadian seluruh semesta.

Pemuda bodoh itu terlupa, bahawa buku itu juga sudah semestinya ada insan lain yang menulis, melukis dan menghuraikan setiap perkaranya. Sekiranya "big bang" itu benar, big bang juga termasuk dalam perancangan Allah.

Penutup

Di akhir kuliah mereka datang ke hadapan kelas, "Ustazah, saya rasa "siyok" dalam kelas ni". Saya terfikir apa itu "siyok" rupanya "syok". Rupanya mereka tidak tahu ustazah mereka ini takut untuk masuk ke kelas ini. Baru saya teringat, apabila bercerita tentang Islam, saya jelaskan betul-betul. Saya tidak mahu mereka berdendam atau benci. Mereka tidak tahu apa-apa tentang Islam. Tetapi dalam kelas ini, saya mesti bercerita tentang Islam.

Saya menceritakan tentang Injil dan Qur'an. Saya menyebut tentang Marry dan Jesus (Mariyam dan Isa). Saya bersyukur, semasa di UIA saya telah dididik oleh Prof. Dr. Kamar Oniah pakar Perbandingan Agama. Semasa di UIA saya belajar tentang Kristian, Yahudi, Hindu, Budha, Sikh dan beberapa dogma lagi. Jazakumullah khair al-jaza' buat Dr. Kamar Oniah Kamaruzzaman.

Saya bercerita tentang Qur'an. Mereka sungguh tidak sangka bahawa Qur'an di dalam Bahasa Arab. Saya juga membacakan al-Fatihah, ketika itu ingin menitis air mata saya. Meremang bulu roma, kelas seperti beku. Habis saja membaca al-Fatihah... mereka bertepuk tangan sekuat-kuatnya.

"Tuhanku, sesungguhnya kalamMu mengandungi mukjizat tertinggi. Izinkan aku membacanya kepada mereka di setiap kali kelasku. Sudah tentu segala kelemahanku yang ada membuatkan aku malu. Tetapi aku menjadi yakin apabila disandarkan kepada Kalam Mu yang Abadi dan Azali. Pimpinlah aku, wahai Tuhan."

sumber
Tajuk asal: Pemuda Bodoh